Rencana Pelantikan Bupati 15 Februari Masih Buram

Rabu, 3 Februari 2016 | 16:36 WIB
Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekda Rembang Akhsanudin saat berbincang dengan reporter mataairradio, Kamis (17/12/2015) siang. (Foto: Pujianto)

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekda Rembang Akhsanudin saat berbincang dengan reporter mataairradio, Kamis (17/12/2015) siang. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Rencana pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih Rembang pada 15 Februari 2016 sebagaimana kabar beredar di media disebut masih belum jelas alias buram oleh pemerintah kabupaten setempat.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekda Rembang Akhsanuddin, Rabu (3/2/2016) siang mengaku masih belum mendapat surat resmi dari Mendagri melalui Gubernur Jawa Tengah mengenai jadwal atau agenda pelantikan kepala daerah terpilih Rembang.

“Pihak provinsi juga masih menunggu surat resmi (dari Mendagri),” terangnya kepada reporter mataairradio.

Intinya, terkait pelantikan Abdul Hafidz dan Bayu Andriyanto sebagai pasangan kepala daerah terpilih, tinggal menunggu surat resmi saja.

Urusan seperti seragam dan sebagainya, menurutnya sudah beres. Begitu pun soal agenda terkait serah terima dari Pj Bupati, dibahas setelah pelantikan.

Ketua Fraksi PPP DPRD Rembang Sugiharto mengatakan, ada beberapa peraturan bupati yang mendesak diundangkan dan menunggu legalisasi dari bupati definitif.

“Sejak awal, kami mendorong pelantikan kepala daerah dipercepat demi optimalisasi pelayanan kepada masyarakat,” terangnya.

Menurutnya, mengandalkan penjabat sementara bupati saja tidak cukup, karena secara kapasitas penuh keterbatasan.

“Pak Pj Bupati akan lebih berhati-hati menyangkut (peluncuran) perbup. Namun kami tidak menyalahkannya,” tandasnya.

Ia juga menampik kemungkinan anggapan sebagian masyarakat bahwa PPP “ngebet” ingin segera melihat Abdul Hafidz bertahta.

Dorongan untuk mempercepat pelantikan kepala daerah terpilih, ditegaskannya sebatas untuk kepentingan pelayanan publik yang lebih baik.

Mendagri Tjahjo Kumolo di sejumlah media mengatakan, pelantikan bupati dan walikota terpilih yang tidak ada gugatan dan belum ada keputusan sengketa oleh Mahkamah Konstitusi, direncanakan pada 15 Februari 2016.

Pelantikan bupati dilakukan di ibukota provinsi setempat. Setelah pelantikan dilakukan, kepala daerah pemenang Pilkada akan dikumpulkan oleh Presiden.

Diagendakan, jadwal acara pengarahan oleh Presiden, juga pada bulan Februari ini. Sebelum kabar terakhir ini, informasi pelantikan kepala daerah sempat berubah-ubah.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



One comment
  1. nilon henry

    Februari 3, 2016 at 6:25 pm

    Lebih cepat lebih baik, spy segera dpt melihat kinerjanya

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan