Rencana Hibah Pemkab Lima Belas Hektar ke Undip Tuai Banyak Kritik

Sabtu, 8 September 2018 | 16:14 WIB

Kantor Bupati Rembang (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Rencana hibah berupa lahan seluas 15 hektar di dekat Gelanggang Olahraga (GOR) Mbesi Rembang, untuk pembangunan kampus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menuai kritik.

Anggota Komisi B DPRD Rembang Joko Suprihadi mempertanyakan itikad baik pemerintah dalam rencana melepas aset negara tersebut. Pasalnya dalam permintaan persetujuan ke DPRD pihak pemerintah hanya melampirkan satu lembar surat saja.

Pemkab tidak melampirkan lembaran kerjasama antara Pemkab Rembang dan pihak Undip. Dirinya menilai ada ketidakjelasan dalam rencana proses pemberian hibah tersebut.

Sehingga DPRD tidak mau menyetujui proses yang dianggap tidak jelas. Saat ini pimpinan dewan sudah memberi surat balasan agar Pemkab melengkapi dokumen pendukung beserta alasannya.

“Pemkab mempunyai lahan sekitar 11 hektar di daerah Kaliombo, kenapa tidak itu saja,” ungkapnya.

Muhammad Syaikhu akademisi STIE YPPI Rembang juga mempertanyakan luasnya lahan yang dihibahkan dan pemilihan lokasi yang sangat strategis.

Ia berpendapat, seharusnya rencana pembangunan kampus Undip di Rebang ditaruh pada lokasi yang tidak strategis, dalam hal ini yang masuk zona merah dalam catatan BPS.

Misalnya daerah selatan seperti Bulu ataupun tengah seperti Pancur. Sebagai masyarakat Syaikhu juga mempertanyakan dasar regulasi pelepasan aset tersebut.

Karena selama ini Pemkab terkesan menutupi informasi, dan klausul-klausul kerjasama tidak pernah disosialisasikan. Jangankan masyarakat umum, DPRD setempat saja hanya mendapat satu lembar surat yaitu lembar persetujuan tanpa tahu surat perjanjian kerjasamanya.

“Terkesan tidak transparan infonya Mas,” keluhnya.

Harapannya, berdirinya kampus Undip di Rembang akan memberi manfaat lebih banyak bagi warga Rembang, jangan sampai yang menikmati malah orang luar Rembang.

 

 

Penulis: Mohamad Siroju Munir
Editor: Mohamad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan