Rembang Terima Penghargaan Tertinggi Perlindungan Anak

Wednesday, 21 December 2016 | 18:56 WIB
Siswa SD Negeri Pasucen Kecamatan Gunem tampak bermain bersama di halaman sekolah setempat. Pemerintah Kabupaten Rembang menyatakan kekurangan guru, tetapi pihak Kemdikbud menyatakan sebaliknya, kelebihan tenaga pendidik. (Foto: Pujianto)

Siswa SD Negeri Pasucen Kecamatan Gunem tampak bermain bersama di halaman sekolah setempat. Pemerintah Kabupaten Rembang menyatakan kekurangan guru, tetapi pihak Kemdikbud menyatakan sebaliknya, kelebihan tenaga pendidik. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pemerintah Kabupaten Rembang menerima penghargaan tingkat tertinggi dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, Rabu (21/12/2016).

Penghargaan tersebut diberikan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla di Sekretariat Wakil Presiden, Jakarta, kepada Bupati Abdul Hafidz.

Anugerah Parahita Ekapraya, nama penghargaan ini, sebelumnya sudah tujuh kali diterima oleh Pemkab Rembang, tetapi pada tingkat pratama, madya, dan utama.

Rinciannya pada 2007,2008,2009, 2010, dan 2011 untuk penghargaan tingkat pratama dan madya serta pada 2012, 2013, dan 2014 untuk level utama.

Tidak hanya Kabupaten Rembang yang menerima penghargaan tingkat tertinggi atau mentor, tetapi juga ada Kota Bandung, Denpasar, Badung, dan Surabaya.

“Penilaian untuk penghargaan ini dimulai dari komitmen pimpinan dari sisi kebijakan, implementasi, dan partisipasi masyarakat yang berjalan bersama,” kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Kabupaten Rembang Dwi Wahyuni.

Ia juga mengatakan bahwa penilaian dilakukan pula terhadap Bupati atas regulasi peraturan daerah, kemudian Kepala Desa dengan peraturan desa, yang kesemuanya dalam kerangka pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

“Di Kabupaten Rembang terdapat gugus tugas kabupaten pengarus-utamaan gender yang diketuai dari Bappeda. Dari penganggaran sampai pelaksanaan kegiatannya sudah tertata dan terpadu semua di dalam prosesnya,” terangnya.

Wahyuni menyebutkan, penghargaan tertinggi dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak bagi Kabupaten Rembang merupakan kado spesial Peringatan ke-88 Hari Ibu, yang jatuh pada 22 Desember.

Hanya saja, berdasarkan catatan mataairradio.com, penghargaan tersebut diuji oleh setidaknya tiga kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Rembang, yang terangkum terjadi dalam satu bulan terakhir.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan