Rembang Siapkan Rp5 Miliar Integrasi JKRS ke JKN

Senin, 4 Januari 2016 | 16:02 WIB
Kawasan tanpa asap rokok di RSUD dr R Soetrasno Rembang. (Foto: Pujianto)

Kawasan tanpa asap rokok di RSUD dr R Soetrasno Rembang. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pemerintah Kabupaten Rembang menyiapkan anggaran sebesar Rp5 miliar untuk integrasi peserta JKRS ke jaminan kesehatan nasional (JKN). JKRS disetop pemkab per 1 Januari 2016.

Kepala Dinas Kesehatan Rembang Ali Syofii, Senin (4/1/2015) siang mengatakan, anggaran Rp5 miliar itu cukup untuk membayar premi bagi 11.000 penerima bantuan iuran (PBI) APBD kabupaten ke JKN.

“Namun kesiapan anggaran ini masih harus dilihat lagi, tergantung hasil verifikasi faktual JKRS yang sedang kami lakukan,” terangnya kepada reporter mataairradio.

Dari itung-tungan pihak Dinas Kesehatan Rembang, Ali menyebut, anggaran Rp5 miliar yang disiapkan itu akan cukup untuk integrasi peserta JKRS ke JKN.

Hal itu karena data peserta JKRS yang sebanyak 74.606 jiwa itu, merupakan hasil penetapan Bupati Rembang di tahun 2011.

Sementara data penerima Jamkesmas tahun 2011 yang hanya 247.814 jiwa bertambah menjadi 357.685 jiwa pada 2013.

Selisih 90.129 jiwa antara data penerima Jamkesmas 2011 dengan 2013, disinyalir banyak berasal dari peserta JKRS.

“Sinyalemen kami ini diperkuat dengan banyaknya pemohon rekomendasi baru JKRS,” terangnya.

Ali menambahkan, verifikasi faktual terhadap peserta JKRS yang belum menjadi peserta JKN ditargetkan selesai pada Januari ini.

“Proses integrasi dan pembayaran PBI APBD kabupaten ke BPJS Kesehatan, sudah akan bisa dilakukan pada Februari mendatang,” imbuhnya.

Di Rembang, selain peserta JKRS yang disinyalir sudah masuk sebagian sebagai peserta JKN, ada juga peserta Jaminan Kesehatan Daerah Provinsi Jawa Tengah.

“Jumlahnya 1.830 jiwa. Mereka ini juga sudah akan terkaver oleh JKN karena jamkesda pun diintegrasikan ke JKN atau masuk ke BPJS Kesehatan,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan