Rembang Sediakan Rp156 Miliar untuk Poros Kecamatan

Selasa, 10 November 2015 | 18:03 WIB
Jalan berlubang berada di ruas Landoh-Sekarsari diuruk dengan menggunakan teras ditambah cuaca panas seperti saat ini, memunculkan debu yang mengganggu warga. (Foto: Pujianto)

Jalan berlubang berada di ruas Landoh-Sekarsari diuruk dengan menggunakan teras ditambah cuaca panas seperti saat ini, memunculkan debu yang mengganggu warga. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pemerintah Kabupaten Rembang menyediakan anggaran Rp156 miliar lebih untuk pembangunan infrastruktur.

Salah satu yang akan dilakukan dengan anggaran tersebut adalah perbaikan jalan poros kecamatan dan desa yang selama ini menjadi sorotan masyarakat.

Anggota Komisi C DPRD Rembang Mohammad Imron mengatakan, anggaran Rp156 miliar lebih itu adalah dana alokasi khusus (DAK) infrastruktur yang akan dibahas di RAPBD 2016.

Menurutnya, jumlah alokasinya naik dari APBD 2015 yang hanya Rp131,8 miliar.

“Kenaikan pos ini juga setelah ada rasionalisasi di pos lain,” terang Imron kepada mataairradio.

Pada pandangan umum Fraksi PKB DPRD Rembang atas Pengantar Nota Keuangan RAPBD 2016 yang disampaikan oleh Penjabat Bupati setempat, Selasa (10/11/2015) siang dipertanyakan alasan mengenai masih adanya ketakutan dari SKPD untuk menyerap anggaran.

Menurutnya, satuan kerja perangkat daerah mestinya tidak ada rasa takut, karena sudah merupakan tanggung jawab dan konsekuensi sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

Imron yang juga merupakan politisi PKB Rembang yakin, penyerapan anggaran di 2016, akan bisa maksimal.

Sementara itu pada RAPBD 2016, terungkap bahwa total anggaran tahun ini yang tidak bisa dilaksanakan mencapai Rp260 miliar.

Anggaran itu jadi sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) untuk RAPBD 2016. Silpa sebesar ini menjadi yang terbesar, setidaknya dalam satu dasawarsa terakhir.

“Silpa yang Rp260 miliar lebih adalah yang paling tinggi sepanjang sejarah,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan