Rembang Raih Penghargaan di tengah Bobroknya Infrastruktur

Monday, 28 April 2014 | 16:07 WIB
Ruas jalan di bilangan Nganguk-Pentil, longsor, Minggu (16 2) kemarin. (Foto Pujianto)

Ruas jalan di bilangan Nganguk-Pentil, longsor sampai dengan saat ini belum juga dibenahi, Senin (28/4). (Foto Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Pemerintah Kabupaten Rembang meraih penghargaan dari Pemerintah Pusat dalam penyelenggaraan otonomi daerah. Namun, pada sisi yang lain, lebih dari 44 persen total jalan di daerah ini, berkondisi rusak.

Pada Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Rembang untuk tahun 2013, Plt Bupati Abdul Hafidz menyebutkan, hanya 55,51 persen total jalan di kabupaten ini, berkondisi baik.

Jika dibuat dalam kilometer, hanya 356 dari 642 kilometer total panjang jalan di Kabupaten Rembang yang bisa dilalui secara nyaman oleh warga. Selain persoalan infrastruktur jalan, rumah tangga pengguna air bersih pun perlu ditambah. Sebab 118.766 keluarga belum pakai itu.

Meski demikian, Hafidz mengklaim adanya peningkatan investasi di Rembang sebagai efek dari perbaikan pelayanan perizinan dan kondisi keamanan yang terkendali. Sebagai bukti, dia menyebut, produktivitas daerah naik dari Rp2,5 triliun menjadi Rp2,6 triliun pada 2013.

Wakil Bupati yang ditetapkan sebagai Plt Bupati Rembang oleh Mendagri Gamawan Fauzi pada 24 Maret 2014 ini mengungkapkan bahwa pada Jumat 25 April kemarin, Kepala Daerah kabupaten ini mendapat penghargaan dari pihak Istana Negara.

Penghargaan itu sebagai apresiasi Pemerintah Pusat terhadap pelaksanaan otonomi daerah. Pemkab Rembang meraih nilai tertinggi atas penyampaian APBD 2012, dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Indonesia.

Menurut Hafidz, indikator penghargaan itu diambil antara lain berdasarkan situasi serta kondisi daerah yang aman dan kondusif, termasuk dalam urusan berdemokrasi yang melibatkan semua unsur masyarakat. Kelancaran pembangunan juga menjadi indikator lain penghargaan.

Seusai penyampaian LKPj Bupati Rembang untuk tahun 2013, DPRD akan menggelar rapat paripurna kedua pada Selasa (29/4) ini dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi legislatif.

Menilik pengalaman dari persidangan serupa di tahun-tahun sebelumnya, LKPj Bupati untuk tahun 2013 akan diterima, tanpa banyak hal yang direkomendasikan oleh legislator. (Pujianto)




One comment
  1. darmin

    April 28, 2014 at 5:13 pm

    TERBUKTI KAN KALO SEMUA PENGAHRGAAN ITU TIIDAK PERNAH NYAMBUNG DENGAN KENYATAAN LAPANGAN!!! TAPI SEMATA HANYA ANDALKAN SIAPA YANG AMPLOPNYA SETOR DULUAN>>>> dasar maling semua!!

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan