Rembang Dianggap Kurang Serius Kembangkan Pangan Nonberas

Minggu, 30 Maret 2014 | 17:53 WIB
Dua orang ibu rumah tangga di Desa Landoh Kecamatan Sulang sedang membuat penganan atau kue berbahan nonberas, Sabtu (29/3) malam. (Fot: Pujianto)

Dua orang ibu rumah tangga di Desa Landoh Kecamatan Sulang sedang membuat penganan atau kue berbahan nonberas, Sabtu (29/3) malam. (Fot: Pujianto)

SULANG, MataAirRadio.net – Upaya pengembangan pangan nonberas sudah cukup lama terdengar. Namun di Rembang, ketahanan pangan masih mengandalkan beras. Padahal krisis pangan disebut menghantui sebagian besar negara di dunia, termasuk Indonesia.

Sebagian warga bukan tidak mau mengembangkan sumber pangan nonberas. Namun tekad dari Pemerintah untuk mengampanyekan itu, dianggap kurang pada level desa. Jumini, salah satu warga Desa Landoh Kecamatan Sulang mengaku masih punya gereget untuk menanam sumber pangan nonberas, seperti jagung, pisang, dan tanaman umbi-umbian.

Apalagi, luas lahan pertanian yang bisa menampung tanaman padi, semakin berkurang setiap tahun akibat alih fungsi menjadi perumahan warga. Namun dia tidak pernah berpikir jika pasokan beras akan berkurang seiring kebutuhan pangan dunia. Jumini berharap, Pemerintah lebih rajin turun memberikan pemahaman kepada warga tentang pentingnya mengamankan ketahanan pangan.

Kepala Desa Bogorame Kecamatan Sulang Budi Lestariyono menambahkan, sumber pangan nonberas sudah menjadi makanan pokok para leluhur masyarakat di hampir seluruh wilayah Kabupaten Rembang. Menurutnya, tidak akan menjadi asing bagi warga, jika Pemerintah serius mengampanyekannya.

Dia juga mengatakan, apabila hanya mengandalkan pangan beras, maka akan banyak tantangan di antaranya karena anomali iklim dan ketersediaan lahan akibat semakin bertambahnya penduduk yang diikuti perluasan pemukiman.

Pengembangan dan pemanfaatan secara maksimal pangan lokal nonberas akan menjadi penopang utama dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan nasional. Di desanya, kini mulai digiatkan kembali pengembangan tanaman sumber pangan nonberas, seperti jagung, ketela, pisang, dan umbi-umbian.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang mengatakan, pihaknya masih terus mengarahkan dan mensosialisasikan kepada masyarakat untuk konsumsi pangan nonberas. Dia pun menjelaskan, kondisi pangan di Kabupaten Rembang saat ini masih dalam kondisi aman. Apalagi Rembang juga merupakan salah satu kabupaten penyangga pangan di Jawa Tengah.

Namun diakuinya, upaya dan kerja keras untuk mendukung program ketahanan pangan nasional melalui dukungan pangan nonberas, tetap tidak boleh kendur. Suratmin mengklaim, pihaknya telah gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar mengurangi ketergantungan terhadap konsumsi pangan beras dengan cara membiasakan mengkonsumsi pangan nonberas. Salah satunya lewat kelompok perempuan tani di setiap kecamatan. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan