Rembang Mulai Rawan Curanmor, Masyarakat Mengeluh

Jumat, 16 November 2018 | 19:36 WIB

Ilustrasi. (Foto: mataairradio.com)

 

 

REMBANG, mataairradio.com – Masyarakat mengeluhkan banyaknya kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang terjadi di Rembang akhir-akhir ini.

Dalam seminggu terakhir ada tiga kasus yakni dua kasus pencurian motor dan satu pencurian mobil.

Lutfi Saiful Anas warga Desa Karasgede Kecamatan Lasem sampai saat ini mengeluh kebingungan karena mobil Toyota Avansa dengan plat nomor K 8544 GD yang hilang minggu lalu tepatnya hari Sabtu (10/11/2018) malam belum ada kabar sama sekali walaupun pihak kepolisian sudah berusaha melacaknya.

Mobil tersebut ia pinjam dari kantornya saat menggelar acara donasi untuk bencana Palu di halaman kantor Kecamatan Sulang.

“Moga-moga cepat ketemu Mas, gak bisa tidur kepikiran terus,” ungkapnya.

Kejadian serupa kembali terjadi pada Kamis (15/11/2018) dini hari, pencurian terjadi di rumah Agus Setya Wardana (28 tahun) di Dusun Klampok, Desa Sekarsari, Kecamatan Sumber.

Motor yang digondol pencuri, jenis Honda Scoopy bernomor polisi K 3738 BW, di duga pencuri masuk dengan cara merusak pintu garasi.

Pemilik rumah memergoki peristiwa itu, saat akan menunaikan ibadah sholat subuh. Sekitar rumah sempat disisir, ternyata motor sudah hilang.

Kasat Reskrim pada Polres Rebang AKP Kurniawan Daeli menyatakan bahwa pihak kepolisian akan semakin meningkatkan pengawasan untuk mencegah terjadinya Curanmor.

Pencegahan tersebut juga diharapkan berlaku di masyarakat dengan cara menghidupkan kembali Pos Ronda atau jaga malam di lingkungannya masing-masing.

“Kalau pos ronda dihidupkan lagi sepertinya bisa meminimalisir kasus pencurian,” pungkasnya.

 

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mohammad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan