Rembang Minta Tambahan 1.300 Hektare Lahan Tembakau

Senin, 23 Oktober 2017 | 13:57 WIB

Petani tembakau di Desa Lambangan Wetan Kecamatan Bulu menjemur tembakau rajangannya di atas tanah lapang di daerah setempat, Selasa (22/8/2017). (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Bidang Perkebunan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang menyatakan meminta tambahan luasan lahan pengembangan tembakau di tahun depan.

Saat ini, luas lahan tembakau di Kabupaten Rembang menurut catatan pihak bidang perkebunan, mencapai 3.700 hektare. Tahun depan, luasannya diusulkan bertambah 1.300 hektare, atau menjadi 5.000 hektare.

Meski demikian, pihak dinas memastikan bahwa larangan bagi daerah-daerah tertentu untuk menanam tembakau seperti Kaliori, masih berlaku. Sebab jika dipaksakan akan tetap percuma karena kadar kloridnya tinggi.

Kepala Bidang Perkebunan Yosophat Susilo Hadi menjelaskan, permintaan penambahan luasan lahan pengembangan tembakau di kabupaten ini berdasarkan tingkat keberhasilan budidaya pada tahun ini.

Selain itu, menurutnya, pihak Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak mempersoalkan penambahan luasan lahan pengembangan tembakau, selagi ada semacam jaminan pemasaran atas hasil panen petani.

“Dalam hal penambahan luasan lahan tembakau, pihak mitra (PT Sadana Arifnusa, red.) merespon baik, sehingga hampir pasti akan ada penambahan areal tembakau kita, karena kita cukup berhasil,” katanya.

Yang perlu dipersiapkan, kata Susilo, adalah pasokan pupuk yang memadai. Petani tembakau, nantinya harus bersiap dengan pasokan pupuk, setidaknya sejak mendekati musim tanam di akhir triwulan pertama.

Ia menyebutkan, dari sisi produktivitas, hasil panen paling tinggi dicapai oleh petani di Desa Pomahan Kecamatan Sulang dengan 3,2 ton per hektare. Produktivitas sama juga akan dicatat petani Karangasem, Bulu.

“Produktivitas tinggi karena mereka menanam ketika curah hujan masih lumayan banyak atau di bulan Mei. Produktivitas yang sudah ketahuan tinggi di Pomahan. Lalu Karangasem Bulu prediksinya,” bebernya.

Hingga Senin (23/10/2017), sudah kira-kira 80 persen petani yang menjual hasil panen ke perusahaan mitra, di gudang tembakau milik PT Sadana Arifnusa di Desa Kemadu Kecamatan Sulang.

“Sejauh ini, belum ada keputusan yang kami terima, mengenai kapan gudang akan tutup atau perusahaan mitra menyetop pembelian. Kita tunggu saja, karena sudah 80 persen hasil panen, masuk,” tandasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan