Setiap Desa di Rembang Diminta Setor Data Mata Air

Jumat, 13 Juni 2014 | 16:54 WIB
Kepala BPBD Kabupaten Rembang Suharso. (Foto:Puji)

Kepala BPBD Kabupaten Rembang Suharso. (Foto:Puji)

REMBANG, MataAirRadio.net – Setiap desa di Kabupaten Rembang diminta untuk menyetorkan data ketersediaan mata air sebagai bahan penentuan penanganan kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Rembang meminta data itu secepatnya.

Menurut Kepala BPBD Kabupaten Rembang Suharso, pendataan sumber atau mata air diperlukan agar kemampuan desa dalam penyediaan air bisa dipetakan. Selama ini, program pipanisasi atau pompanisasi kerap tidak tepat sasaran, karena minimnya data sumber mata air.

Pihaknya berharap agar data dari setiap desa bisa masuk pada bulan Juni untuk selanjutnya dianalisis guna menentukan kebijakan strategis penanganan kekeringan yang melanda banyak desa setiap kemarau tiba. Soal musim kemarau tahun ini, Suharso memperkirakan telah dekat meski suhu permukaan air laut masih hangat dan memungkinkan turun hujan secara sporadis.

Suharso juga mengaku telah menggelar pertemuan yang melibatkan pihak desa, kecamatan, bahkan dengan Bidang Sumber Daya Air serta BMKG. Pertemuan ini untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya pendataan mata air di setiap desa.

Pihak BPBD menyebut penanganan kekeringan di Rembang beberapa tahun terakhir telah dievaluasi. Hasilnya, ada beberapa penanganan yang sasarannya kurang akurat, sehingga menjadi tidak sistematis.

Dampaknya, anggaran dari Pemkab Rembang terus mengucur, tetapi kekeringan tetap terjadi hampir setiap tahun. Jumlah desa kekeringan pun tidak berkurang secara signifikan. Padahal saat ini penanganan kekeringan dengan pembangunan cekdam, pipanisasi, dan pompanisasi tengah disiapkan.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Rembang Sinarman meminta kontribusi nyata dari masyarakat di tingkat desa untuk menyelamatkan sumber air, baik air tanah maupun permukaan.

Menurutnya, kekayaan air di kabupaten ini telah terjadi degradasi atau kemerosotan. Hal ini terjadi akibat kesalahan perilaku manusia dalam menjaga dan menggunakan sumber atau mata air. Pemetaan mata air di setiap desa diharapkan bisa membuat tepat penggunaan air di setiap daerah. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan