Rembang Luncurkan Babagan Kampung Batik Lasem

Kamis, 26 Februari 2015 | 16:43 WIB
Peluncuran Kampoeng Batik di Desa Babagan Kecamatan Lasem, Kamis (26/2/2015). (Foto: Pujianto)

Peluncuran Kampoeng Batik di Desa Babagan Kecamatan Lasem, Kamis (26/2/2015). (Foto: Pujianto)

 

LASEM, mataairradio.com – Pemerintah Kabupaten Rembang meluncurkan Babagan sebagai desa wisata kampung batik lasem, Kamis (26/2/2015) pagi.

Ini sekaligus menambah deretan desa wisata batik yang sebelumnya hanya Karasgede-Lasem, serta Karaskepoh, Tuyuhan, dan Pancur Kecamatan Pancur.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, kampung batik lasem tidak bisa berdiri sendiri.

“Banyaknya rumah bercorak China Kuno di wilayah Lasem perlu disandingkan guna memperkuat daya tarik wisatawan,” katanya seusai peluncuran itu.

Hafidz tidak menetapkan target khusus pasca-peluncuran kampung batik lasem kali ini.

Baginya, yang penting adalah peningkatan kunjungan turis termasuk meluasnya pemasaran batik tulis lasem.

“Informasi yang kami terima, perajin batik lasem kini kebanjiran pesanan sebagai pertanda respon positif pasar,” katanya.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Rembang Umi Jazilah menambahkan desa wisata batik lasem yang terintegrasi dalam program kepariwisataan merupakan cita-cita pihaknya bersama Pemkab sejak 2011.

“Banyaknya peninggalan bersejarah yang ada di Lasem menjadi salah satu faktor pendukung yang mestinya bisa dikelola,” ujarnya.

Dekranasda menurut Umi, telah bekerjasama dengan biro wisata untuk memasukkan Rembang sebagai tujuan tourism atau pariwisata.

Menurutnya, menu pariwisata Rembang kini termasuk desa wisata batik tulis lasem yang meliputi Babagan, Karasgede, Karaskepoh, Tuyuhan, dan Pancur.

“Tugas kami untuk terus membina para pengusaha batik melalui berbagai pameran yang digelar setidaknya empat kali dalam setahun,” tandasnya.

Kades Babagan Sukari menyebut desanya telah siap dengan predikat kampung batik lasem.

“Di desa kami, kini telah ada 16 perajin batik lasem dan 19 rumah singgah atau homestay dan Kelenteng Gie Yong Bio,” katanya.

Menurutnya, warga Babagan juga telah mendukung status desa wisata kampung batik lasem, dengan menjaga kebersihan lingkungan serta keramahtamahan terhadap wisatawan.

“Kami berharap kepada Pemerintah agar terus membantu mewujudkan desa wisata yang ideal,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan