Rembang Loloskan Lima Atlet Muaythai di Porprov Jawa Tengah

Senin, 25 Desember 2017 | 18:26 WIB

Pelatih Muaythai Kabupaten Rembang, Sena Kurnia Putra (bertopi) merangkul Sirojul Muttaqin usai memenangkan laga pada babak kualifikasi Porprov Jawa Tengah. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Kontingen Muaythai Kabupaten Rembang sukses dalam babak kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah, yang berlangsung di Gelanggang Olahraga (GOR) Samiaji, Purbalingga, 20-23 Desember 2017.

Dari 5 orang atlet yang dikirim, semuanya lolos. Tiga dari lima atlet menyapu bersih kemenangan dalam dua kali pertarungan.

Sementara dua atlet lainnya lolos tanpa banyak berkeringat, karena sempat mendapat bye akibat peserta kualifikasi yang minim.

Pelatih Muaythai Kabupaten Rembang Sena Kurnia Putra mengatakan, peluang masuk babak semifinal dan final sengaja tidak diambil.

Pihaknya ingin menyimpan kekuatan, agar tidak terbaca oleh kontingen daerah lain saat Porprov nanti.

“Yang terpenting target lolos ke Porprov di Surakarta tahun 2018 dapat tercapai. Atlet dan pengurus setuju dengan keputusan ini. Kontingen dari daerah lain ternyata juga melakukan langkah yang sama,” terangnya.

Atlet muaythai berasal dari Desa Ngulahan Kecamatan Sedan Dwi Ani Retno Wulan mengaku bersyukur bisa lolos Porprov.

Menurutnya, pertandingan kedua cukup berat. Namun ia berhasil menang KO atas lawannya pada ronde kedua.

“Masih belum puas karena perlu menambah kekuatan pukulan dan tendangan,” katanya.

Willis Setyono, atlet muaythai lainnya berasal dari Desa Sulang Kecamatan Sulang menyatakan langsung merayakan kemenangan, begitu keluar ring karena menang.

“Nggak masalah tidak ikut sampai partai puncak kualifikasi, karena sudah menjadi instruksi pelatih,” terangnya.

Menurut pelajar SMA N I Sulang ini, dirinya ingin segera fokus mengikuti pemusatan latihan jangka panjang menjelang Porprov, bulan November 2018 mendatang.

Sementara itu, Manajer Kontingen Muaythai Kabupaten Rembang Musyafa mengatakan, meskipun lolos, para atlet tidak berarti langsung bisa bersantai.

“Shaka Chandra Dewi dari Desa Pedak Kecamatan Sulang dan Dian Nurivanita dari Desa Samaran Kecamatan Pamotan, harus berlatih lebih keras lagi,” katanya.

Menurutnya, Saka dan Dian memang sempat mendapat bye pada pertarungan pertama. Tetapi di pertarungan kedua, keduanya kalah.

“Keduanya tetap lolos karena di kelas itu, minim peserta,” katanya.

Musyafa menyerahkan kepada pelatih untuk mendongkrak kemampuan kedua atlet yang kebetulan berlatarbelakang petinju dan wushu.

Ia mengapresiasi Dwi Ani Retno Wulan yang turun pada kelas 48 kilogram, Willis Setyono di kelas 57 kilogram, dan Sirojul Muttaqin warga Desa Logede Kecamatan Sumber di kelas 60 kilogram.

“Ketiga atlet ini pun tetap harus giat berlatih,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan