Rembang Targetkan 6.000 Hektare Lahan Kedelai Tahun Ini

Jumat, 7 Februari 2014 | 15:49 WIB
Panen Kedelai. (Ilustrasi)

Panen Kedelai. (Ilustrasi)

REMBANG, MataAirRadio.net – Pengembangan tanaman kedelai di Kabupaten Rembang akan kembali digenjot. Dinas Pertanian dan Kehutanan menargetkan pengembangan 6.000 hektare lahan kedelai di tahun ini.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang Suratmin menyebutkan, pengembangan lahan kedelai akan dimaksimalkan di Kecamatan Sedan, Sarang, dan Pamotan. Dia mengaku sudah memperhitungkan gairah petani dalam mengembangkan komoditas ini.

Suratmin pun tak menampik bahwa tidak stabilnya harga dan produktivitas kedelai masih menjadi tantangan pengembangan. Namun pihak dinas akan mendongkrak gairah petani dengan memberikan stimulan bantuan bibit.

Wasir, seorang petani di Desa Sumbermulyo Kecamatan Sarang mengatakan, menanam kedelai kerap tidak menguntungkan. Harga kedelai kerap naik turun atau berfluktuasi. Sementara Pemerintah seperti tidak serius melindungi harga komoditas ini, terutama pada saat panen.

Petani akan bersemangat menanam kedelai, jika harganya dilindungi dan dijamin oleh Pemerintah. Saat ini, menurut Wasir, petani cenderung akan memilih mengembangkan jagung daripada kedelai.

Dia pun membenarkan, di wilayah Sarang, pada awal tahun ini ada sekitar tiga hektare lahan kedelai yang puso akibat digenangi banjir. Dia berharap Pemerintah mengucurkan bantuan bibit kedelai bagi petani.

Sebelumnya, menyikapi tanaman kedelai petani Sarang yang puso, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang Suratmin menyatakan akan mengusulkan bantuan bibit. Setiap hektare akan diberikan bantuan bibit hingga 50 kilogram. Pemerintah menyebut, saat ini tanaman yang paling menguntungkan adalah padi, jagung, lalu kedelai. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan