Rembang Kesulitan Tambah Pangkalan Baru Elpiji Melon

Selasa, 14 Juni 2016 | 14:08 WIB
Distribusi elpiji kemasan tiga kilogram di wilayah Kecamatan Rembang, baru-baru ini. (Foto: Pujianto)

Distribusi elpiji kemasan tiga kilogram di wilayah Kecamatan Rembang, baru-baru ini. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Rencana penambahan jumlah pangkalan elpiji kemasan tiga kilogram atau elpiji tabung melon belum bisa banyak dilakukan di Kabupaten Rembang, setidaknya hingga Selasa (14/6/2016).

Saat ini, menurut catatan pihak Pemkab Rembang, masih terdapat kekurangan pangkalan elpiji melon di sekitar 80 desa. Terbanyak kurang adalah Kecamatan Bulu dan Gunem.

Pelaksana Tugas Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang Abdullah Zawawi menyatakan, pemerintah kabupaten ini kesulitan menambah pangkalan baru elpiji kemasan tiga kilogram.

“Tidak mudah menunjuk pangkalan, karena mereka harus punya modal, bisa dipercaya, dan memiliki tempat. Kami akui kesulitan menambah jumlah pangkalan baru. Ada juga yang daerahnya sulit diakses truk. Kita kekurangan pangkalan untuk sekitar 80 desa,” ungkapnya.

Menurutnya, apabila terdapat pangkalan elpiji tabung melon di setiap desa, maka praktek penyimpangan distribusi elpiji bersubsidi bisa diantisipasi secara optimal, karena selama ini penyaluran elpiji dari pangkalan ke pengecer, sulit dikendalikan.

“Penambahan pangkalan bertujuan untuk memutus mata rantai distribusi gas bersubsidi. Hal tersebut dilakukan agar harga jual elpiji tiga kilogram dapat disesuaikan dengan ketentuan harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp15.500 per tabung,” terangnya.

Namun meskipun upaya menambah pangkalan baru elpiji tiga kilogram menemui kesulitan, Zawawi menyatakan bahwa pemkab akan terus gerak di tiap desa yang belum memiliki pangkalan.

“Meski sulit, kami tidak akan diam saja. Target kami, pada tahun ini, semua desa sudah ada pangkalan elpiji. Satu desa, satu pangkalan elpiji melon. Sebab tingginya harga elpiji di salah satu desa di antaranya karena tidak ada pangkalan di daerah setempat,” tegasnya.

Sementara itu, guna memastikan kelancaran pasokan elpiji tiga kilogram di Kabupaten Rembang, Zawawi menyatakan bahwa pemerintah setempat sudah mengajukan tambahan kuota sebesar 8 persen kepada pihak Pertamina.

Salah satu agen elpiji tiga kilogram PT Lintang Sekar Widuri Utami melalui direkturnya Harsono kepada wartawan menyatakan mendukung rencana kebijakan satu desa satu pangkalan.

“Namun kami juga akan berhitung, apakah biaya transportasi pengangkutan barang ke pangkalan, sebanding dengan pendapatan atau tidak,” ujar dia.

Selain PT Lintang Sekar Widuri Utami, distribusi elpiji melon di Kabupaten Rembang juga dilakukan oleh empat agen lainnya yaitu PT Pantja Ubaya Paksi, PT Candi Jaya Makmur Sentosa, PT Mekar Daya Indah, PT Hamida Putra Mudrika Adi.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan