Rembang Kekurangan Tenaga Penyuluh Keluarga Berencana

Sabtu, 28 Februari 2015 | 15:42 WIB

 

Direktur Bina Lini BKKBN Chamnah Wahyuni saat memberikan motivasi kepada ratusan petugas lini lapangan KB di Balai Kartini Rembang, 24 Februari 2015. (Foto: Pujianto)

Direktur Bina Lini BKKBN Chamnah Wahyuni saat memberikan motivasi kepada ratusan petugas lini lapangan KB di Balai Kartini Rembang, 24 Februari 2015. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Kabupaten Rembang masih mengalami kekurangan tenaga penyuluh KB atau keluarga berencana, setidaknya hingga Sabtu (28/2/2015) ini.

Padahal mereka adalah ujung tombak pengelola keluarga berencana di lini lapangan.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rembang Abdul Hafidz mengakui, kekurangan itu. Dia menyebutkan, dengan 294 desa/kelurahan, jumlah penyuluh KB masih 67 orang.

“Setiap penyuluh menjadi harus mengkaver 4-5 desa. Mereka hampir pasti keteteran dalam menjalankan tugasnya,” katanya.

Pada pertemuan pemantapan sumber daya manusia lini lapangan keluarga berencana di Balai Kartini, Selasa (24/2/2015) kemarin, Hafidz memang sudah meminta kepada perwakilan dari BKKBN yang hadir, agar mengupayakan penambahan jumlah penyuluh KB di Rembang.

Namun usulan itu belum dijawab.

Menurut Hafidz, sebenarnya kurangnya tenaga penyuluh KB terbantu oleh keberadaan Petugas Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa atau PPKBD dan sub-PPKBD.

“Namun penambahan tenaga penyuluh diperlukan agar keberhasilan program KB lebih sukses,” tandasnya.

Dia juga menyebutkan, selama lima tahun terakhir, keberhasilan program KB di Rembang cukup melegakan.

“Selama lima tahun, laju penduduk kabupaten ini hanya 0,49 persen; lebih rendah dari pertumbuhan penduduk secara provinsi dan pusat,” katanya.

Menurutnya, jumlah penduduk Rembang terbaru mencapai 612.000 jiwa, sedangkan lima tahun lalu hanya 600.000 jiwa.

“Lambatnya pertumbuhan jumlah penduduk ini memudahkan pemerintah daerah dalam menerapkan kebijakan penyejahteraan masyarakat, meski tingkat kemiskinan masih tinggi dan sedang terus menurun,” imbuhnya.

Direktur Bina Lini Lapangan BKKBN Chamnah Wahyuni mengatakan, petugas lini lapangan seperti penyuluh KB, PPKBD, dan Sub-PPKBD mestinya bisa saling bekerjasama dalam bertugas.

“Kekurangan tenaga penyuluh tidak perlu menjadi penghalang untuk menyukseskan program keluarga berencana,” katanya.

Misalnya saja pada saat pendataan keluarga yang akan berlangsung mulai tanggal 1-30 Mei nanti. 67 penyuluh KB, 294 PPKBD, dan 1.020 Sub-PPKBD akan terlibat secara bersama dalam pendataan keluarga.

“Pelibatan ketiga unsur ini salah satunya untuk menghindari “copy-paste” data terdahulu, sehingga memaksimalkan pendataan dari pintu ke pintu,” pungkas Wahyuni.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan