Rembang Kekurangan 600-an Guru SD

Selasa, 20 Agustus 2019 | 15:45 WIB

Ilustrasi.

REMBANG, mataairradio.com – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang mengakui adanya kekurangan guru di sejumlah SD di wilayah kerjanya. Jumlahnya sekitar 600-an guru untuk kategori guru kelas. Belum lagi guru khusus mata pelajaran (Mapel) seperti guru agama atau olahraga.

Kasturi Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Pembinaan Khusus (PPK) pada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang menyatakan bahwa kekurangan guru terjadi karena beberapa faktor diantaranya mutasi jabatan guru di suatu SD, karena menjadi kepala sekolah di SD yang lain maka yang bersangkutan pindah. Sedangkan stok pengajar di SD yang ditinggal tersebut belum ada.

Upaya yang dilakukan oleh pihaknya sendiri adalah menunggu pengangkatan ASN baru untuk formasi guru, karena dalam data base yang dimiliki oleh Dinas Pendidikan, untuk guru kelas memang kurang banyak. Dirinya berjanji jika ada pengangkatan ASN baru maka pihaknya akan segera memenuhi SD yang kekurangan guru.

“Kira-kira 600-an lebih Mas, itu belum yang guru agama malah kurang banyak,” ungkapnya.

Disinggung terkait adanya guru tidak tetap (GTT) yang menjadi guru kelas, Kasturi memperbolehkan dengan syarat yang bersangkutan sudah mengantongi ijasah strata satu (S1). Dan hal tersebut merupakan salah satu solusi untuk menutupi kekurangan guru kelas.

“Kalau menginginkan guru yang sudah diangkat PNS maka pihak SD harus menunggu ada pengangkatan baru atau adanya mutasi,” pungkasnya.

Raabiatul Bisriyah Ketua Komite SDN 04 Kutoharjo Rembang mengaku pihaknya sudah dua bulan terakhir kekurangan pengajar. Sebanyak 12 kelompok belajar hanya diajar oleh tujuh guru kelas sehingga masih kekurangan lima orang guru.

Pihaknya sudah meminta kepada dinas terkait (Dinas Pendidikan) untuk memenuhi namun belum ada respon sama sekali. Padahal kegiatan belajar mengajar (KBM) terus berlanjut. Dikhawatirkan hal tersebut mempengaruhi peserta didik.

“Kami sudah meminta ke Dinas, tapi sampai sekarang belum ada respon, takutnya kan itu berpengaruh pada anak didik kami, ini sudah hampir mid smester lho,” pungkasnya.

Salah satu putri Gus Mus yang sekaligus ketua Fatayat Rembang ini berharap pihak dinas terkait segera memenuhi kekurangan guru di SDN 04 Kutoharjo. Menurutnya guru merupakan instrumen yang paling penting dalam pendidikan.

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mohammad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan