Rembang Deklarasi Kabupaten Vokasi, SMK Tiap Kecamatan

Selasa, 12 Agustus 2014 | 16:19 WIB

 

Deklarasi Rembang sebagai Kabupaten Vokasi di Balai Kartini Rembang, Selasa (12/8) pagi. (Foto:Pujianto)

Deklarasi Rembang sebagai Kabupaten Vokasi di Balai Kartini Rembang, Selasa (12/8) pagi. (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Kabupaten Rembang deklarasi kabupaten vokasi pada Selasa (12/8) pagi. Deklarasi dilakukan di Balai Kartini Rembang dan dihadiri ratusan pelajar dari berbagai SMK di kabupaten ini. Deklarasi kabupaten vokasi dianggap perlu untuk pemacu daya saing dan produktivitas masyarakat.

Plt Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, percepatan kompetensi diperlukan karena pasar bebas menantang sumber daya manusia berdaya saing. Dia juga mengatakan Rembang akan segera menjelma menjadi kabupaten industri, sehingga perlu menyiapkan banyak tenaga kerja ahli.

Menurutnya, dengan meningkatnya keahlian dan daya saing, masyarakat akan terserap di pasar kerja lokal, nasional, bahkan internasional. Dampak paling diharapkan adalah berkurangnya pengangguran dan meningkatnya partisipasi masyarakat.

Plt Bupati mengingatkan, penyiapan generasi muda yang berdaya saing bisa dilakukan melalui sekolah menengah kejuruan atau SMK. Untuk membekalkan keterampilan yang merata di masyarakat, menurut Hafidz, SMK harus ada di setiap kecamatan di Kabupaten Rembang.

Hingga Agustus 2014, ada enam kecamatan yang tidak memiliki SMK, yaitu Kaliori, Bulu, Pancur, Sluke, Kragan, dan Sarang. Hafidz menyebutkan bahwa Rembang kini memiliki 17 SMK dengan beragam bidang kompetensi dan keahlian. Dia juga menyebut, beberapa SMK bahkan telah diakui mutunya secara internasional.

Sebut saja SMK Umar Fatah, SMK Yos Sudarso, SMK Muhammadiyah, dan SMK Negeri 2 Rembang yang mengantongi ISO 9001:2008, serta SMK Negeri 1 Rembang yang mengantongi ISO 9001:2000 dan ISO Manajemen Lingkungan 14001:2004.

Abdul Hafidz menambahkan, dengan lahirnya tenaga kerja terampil dan berdaya saing, pola pikir masyarakat yang menganggap sekolah mesti harus jadi PNS atau pegawai negeri sipil, akan bisa digerus. Belakangan, isu atau topik hangat seputar PNS, masih menjadi berita yang paling menyedot perhatian. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan