Empat Kecamatan di Rembang Diguyur Hujan Ekstrem Akhir Januari

Sabtu, 11 Januari 2014 | 15:34 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

REMBANG, MataAirRadio.net – Empat kecamatan di Kabupaten Rembang diperkirakan diguyur hujan secara ekstrem dengan curah hingga 250 milimeter per bulan pada akhir Januari ini. Empat kecamatan itu adalah Gunem, Pamotan, Bulu, dan Sumber.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Rembang Suharso mengatakan, puncak hujan tahun ini berlangsung pada Januari. Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan setiap ada prakiraan cuaca ekstrem kepada BPBD.

Dia menyebutkan, pada Januari, curah hujan di Rembang berlangsung di atas normal atau lebih dari 150 milimeter per bulan. Dari evaluasi selama 10 hari di Januari, curah hujan di setiap kecamatan berbeda. Begitu puncak hujan berakhir, diperkirakan disusul dengan potensi angin kencang.

Curah hujan tinggi ini bisa berdampak pada banjir di sejumlah kecamatan seperti Pamotan, Lasem, Bulu, dan Kaliori. Jika hujan deras turun dalam waktu lama, sejumlah daerah seperti Pancur dan Sale, juga rawan longsor.

Suharso berharap, masyarakat yang berada di sepanjang bantaran sungai atau di dekat embung besar agar waspada. Informasi dari daerah hulu terkait debit sungai dan embung juga menjadi penting bagi daerah di ujung aliran untuk bersiaga.

BPBD siaga memantau perkembangan cuaca. Pihaknya meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait dalam mengantisipasi dampak cuaca. Wilayah Perbukitan di Kecamatan Sale diminta siaga terhadap longsor disertai guguran batu besar. Mengenai logistik kedaruratan terhadap bencana, BPBD mengklaim cukup.

Berdasarkan pantauan terhadap logistik kebencanaan di BPBD Kabupaten Rembang terbilang cukup. Logistik seperti mie instan, gula pasir, minyak goreng, dan kebutuhan pokok masih disimpan rapi di Kantor BPBD. Logistik seperti bantuan peralatan keluarga dan memasak, juga siap sedia.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Rembang, Harjono berharap tidak terjadi bencana besar, sehingga persediaan logistik tidak perlu sampai meminta bantuan tambahan dari Provinsi maupun Pusat. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan