Pemkab Rembang Dianggap Lamban Tuntaskan Operasional Embung Panohan

Saturday, 31 May 2014 | 14:59 WIB
Embung Panohan Kecamatan Gunem. (Foto:Pujianto)

Embung Panohan Kecamatan Gunem. (Foto:Pujianto)


GUNEM, MataAirRadio.net –
Pemerintah Kabupaten Rembang dianggap lamban menuntaskan operasional Embung Panohan Kecamatan Gunem. Pemkab telah tahu penyebab operasi Embung Panohan gagal dilakukan sejak 2011 silam. Namun sampai dengan Sabtu (31/5) ini, embung seluas 359.050 meter persegi ini belum dioperasikan secara resmi.

Ketua DPRD Kabupaten Rembang Sunarto melalui rekomendasi atas LKPj Bupati Rembang 2013 menyebut pemanfaatan Embung Panohan perlu segera dituntaskan, agar bisa dimanfaatkan untuk pasokan air bersih dan pertanian. Pemkab telah tahu izin tukar menukar kawasan hutan yang dipakai untuk pembangunan embung, belum direalisasi Kementerian Kehutanan.

Surat dari Dirjen Planologi Kehutanan Kementerian Kehutanan tertanggal 7 Februari 2011 memuat kekurangan persyaratan permohonan kawasan hutan. Pemkab Rembang keberatan dengan permintaan dengan nilai ganti rugi pohon tegakan dan rasio lahan pengganti embung yang besarnya 1:2. Selain Embung Panohan, DPRD juga meminta Pemkab agar memberesi anggaran pembebasan lahan Embung Kaliombo.

Pemkab Rembang mengonfirmasi, sertifikat operasional Embung Panohan sudah diurus dan kini tinggal menunggu persetujuan. Sementara untuk Embung Kaliombo, Pemerintah Kabupaten Rembang sedang mengkaji proses pembebasan tanah untuk pembangunan embung.

Anggaran pembebasan tanah untuk embung akan diusulkan pada tahun 2014. Berdasarkan kajian desain yang telah diproses, pembangunan Embung Kaliombo membutuhkan lahan seluas 14 hingga 16 hektare.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Rembang Sinarman mengatakan, pembebasan lahan menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten ini. Sedangkan tentang pembangunan fisik embung, Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juwana mengaku siap mewujudkannya.

Sinarman juga menjelaskan, pembebasan lahan seluas tersebut tidak akan memakan area milik Perhutani KPH Mantingan. Nantinya, luas Embung Kaliombo akan hampir sama dengan Embung Jatimudo Kecamatan Sulang.

Rencana pembangunan Embung Kaliombo sebenarnya telah dirintis sejak tahun 2008 silam. Namun Pemkab Rembang sempat beberapa kali menunda pembebasan lahan dengan alasan belum tersedianya anggaran.

Lahan genangan embung diperkirakan mencapai 53 hektare dan akan memakan sebagian lahan milik Perhutani KPH Mantingan. Namun karena ribet, pemkab merevisinya. Sejauh ini, Pemkab Rembang baru bisa membebaskan lahan seluas 1,4 hektare. Lahan yang dibebaskan itu untuk akses atau jalan masuk ke lokasi embung. (Pujianto)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan