Rembang Ditengarai Diserbu Eksodus PK, Satpol Waspada

Senin, 7 Maret 2016 | 19:05 WIB
Kepala Seksi Penegak Perda pada Satpol PP Rembang Sudarno. (Foto: Pujianto)

Kepala Seksi Penegak Perda pada Satpol PP Rembang Sudarno. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Kabupaten Rembang ditengarai menjadi sasaran eksodus para pemandu karaoke dari Kabupaten Pati setelah aksi penutupan kafe karaoke di wilayah itu. Pihak Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP Rembang pun mengakui mewaspadai tengara tersebut.

Kepala Seksi Penegak Perda pada Satpol PP Rembang Sudarno, Senin (7/3/2016) siang mengaku memantau kemungkinan perpindahan para PK dari Pati ke Rembang. Namun pihaknya belum sampai menerima informasi valid soal sudah adanya PK dari Pati yang masuk ke kabupaten ini.

Ia pun mengaku menunggu sejumlah rekomendasi yang mungkin akan mencuat dalam rapat besar penertiban kafe karaoke yang akan digelar oleh DPRD bersama sejumlah SKPD di Rembang, Selasa (8/3/2016) ini. Apapun hasilnya, ia mengaku siap menjalankan.

“Belum ada yang melapor ke kami kalau banyak eksodus. Selentingan juga belum. Tapi kami pantau dan waspada (eksodus),” terangnya.

Ditemui reporter mataairradio seusai mengikuti rapat koordinasi di Ruang Asisten III Setda Rembang, Sudarno mengakui, kemungkinan pindahnya PK dari luar daerah ke Rembang, sangat besar. Sebab, penertiban kafe karaoke hingga penutupan sudah lebih dulu dilakukan di Jepara dan Kudus.

Ketika itu, dari penelusuran radio ini, ada sebagian pemandu karaoke yang semula bekerja di dua daerah tersebut, pindah masuk ke Rembang. Jika kini di Pati menyusul ada penertiban secara total, maka ia tidak memungkiri kalau Rembang menjadi incaran tujuan.

“Kalau mengacu dampak yang Kudus dan Jepara, ya mungkin sekali (PK dari Pati) masuk Rembang,” tegasnya.

Sementara ini, Sudarno menegaskan, pihaknya tidak bisa melakukan tindakan tegas apa pun. Misalnya menghalau mereka kembali ke daerahnya. Ia hanya meminta secara tegas, terhadap kafe karaoke yang tidak berizin agar tidak beroperasi alias tutup saja.

“Belum tahu bakal melangkah apa. Yang jelas kami minta, (kafe karaoke dan warung kopi) yang tidak berizin tutup saja,” pintanya.

Anggota Komisi D DPRD Rembang Zaimul Umam mengapresiasi langkah Satpol PP yang belakangan ini aktif menertibkan kafe karaoke dan warung kopi yang melanggar ketentuan perizinan.

“Namun saat ini, kami berharap agar Satpol PP tidak lengah mencegah merebaknya eksodus PK,” ujarnya.

Menurut Umam, secara geografis, Rembang dekat dengan Pati. Ekses penutupan kafe karaoke di Pati, akan dirasakan di Rembang. Rapat di lintas komisi DPRD pada Selasa (8/3/2016) akan dijadikan sebagai sarana membahas nasib kafe karaoke di kabupaten ini.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan