Rembang Dikepung Lahan Kritis

Friday, 5 December 2014 | 14:24 WIB

lahan-kritis

 

SEDAN, mataairradio.com – Seluas 22.849,7 hektare areal di Kabupaten Rembang dinyatakan sebagai lahan kritis, setidaknya hingga penghujung tahun ini, sehingga perlu ada upaya penyelamatan melalui berbagai langkah penghijauan lingkungan.

Dengan luas wilayah 101.408 hektare, Kabupaten Rembang memiliki areal hutan negara seluas 23.938 hektare dan 7.303 hektare hutan rakyat. Itu artinya, luasan lahan kritis di Rembang hampir sebanding dengan luas hutan negara di kabupaten ini atau lebih dari tiga kali lipat dari luasan hutan rakyat.

“Dengan latar belakang tersebut, kami mengajak berbagai komponen masyarakat untuk turut berpartisipasi aktif dalam mendukung gerakan penanaman satu miliar pohon di Kabupaten Rembang,” ujar Sekretaris Daerah Rembang Hamzah Fatoni di acara Hari Menanam Pohon Indonesia, Jumat (5/12/2014).

Pada paparannya sebelum beraksi di gerakan menanam dalam rangka Bulan Menanam Nasional, Hamzah menyebutkan bahwa Rembang masih mempunyai lahan kritis, baik di dalam kawasan maupun di luar kawasan hutan.

“Klasifikasi lahan kritis terbagi atas sangat kritis 162,7 hektare, kritis 364,3 hektare, agak kritis 5.546, 6 hektare, serta potensial kritis 16.776,1 hektare,” katanya menyebutkan.

Meski terdapat lahan kritis seluas itu, secara proporsi tutupan hutan yang diamanatkan oleh undang-undang, Kabupaten Rembang masih berada di ambang batas yang ditentukan, yakni 30 persen.

“Dari luas wilayah 101.408 hektare serta dengan luas kawasan hutan negara 23.938 hektare dan hutan rakyat seluas 7.303 hektare, sehingga tutupan hutan di Kabupaten Rembang mencapai 31.241 hektare atau 30,81 persen. Proporsi tutupan hutan yang diminta undang-undang 30 persen,” tandasnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Rembang Suratmin menjelaskan, Pemkab Rembang mendukung sepenuhnya gerakan rehabilitasi hutan dan lahan kritis yang dicanangkan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup serta program Jawa Tengah Ijo Royo-royo dari Pemprov Jateng.

“Kami memberikan dukungan penyerahan bibit kepada kelompok tani, masyarakat, sekolah, lembaga swadaya masyarakat, serta lembaga masyarakat desa hutan, guna melakukan kegiatan penghijauan lingkungan,” ujarnya.

Dukungan bentuk lain, kata Suratmin, penyerahan bibit kepada kelompok tani sebayak 73.000 batang di enam kecamatan serta pembuatan dan penanaman bibit, hasil dari kebun bibit rakyat sebanyak 200.000 batang di tiga kecamatan.

“Kami pun melakukan pelaksanaan penanaman rehabilitasi mangrove atau hutan pantai di dua kecamatan dan penanaman tanaman rutin di kawasan hutan serta sejumlah program lainnya,” tandasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




One comment
  1. amir

    December 5, 2014 at 5:11 pm

    lahan kritis merajalela karena anggaran banyak di KORUPSI!!! lihat saja berapa anggaran untuk Kebun Bibit Rakyat, hampir semua dikorupsi. dan sekarang koruptornya masih melenggang dan ada kabar di SP3kan oleh kejaksaaan. maklum Jaksa juga manusia yang bisa juga jadi Maling!!!

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan