Pedagang dan Nelayan di Rembang Serbu Kantor BPJS Kesehatan

Senin, 6 Januari 2014 | 15:50 WIB
Pelayanan terhadap pengakses kepesertaan jaminan kesehatan nasional di Kantor Operasional BPJS Kabupaten Rembang. (FotoLPuji)

Pelayanan terhadap pengakses kepesertaan jaminan kesehatan nasional di Kantor Operasional BPJS Kabupaten Rembang. (FotoLPuji)

REMBANG, MataAirRadio.net – Puluhan pedagang dan nelayan di Kabupaten Rembang menyerbu Kantor Operasional BPJS Kesehatan di bilangan Jalan Soedirman, sejak pagi hingga siang hari pada Senin (6/1) ini. Nyaris tidak ada tempat duduk yang lowong untuk mengantre pelayanan. Areal parkir pun tampak penuh sesak oleh kendaraan pengunjung.

Mereka ingin mendapat informasi lebih komplit mengenai jaminan kesehatan nasional yang dikelola BPJS Kesehatan. Beberapa di antaranya ada yang langsung mengisi formulir keanggotaan atau kepesertaan BPJS Kesehatan. Namun tidak sedikit yang memilih pulang untuk kembali di hari yang lain, karena loket pelayanan penuh dan petugas sibuk.

Mas Beri, salah seorang warga yang tinggal di bilangan Jalan Soetomo Rembang mengaku sengaja datang untuk mendapat informasi sebelum bergabung sebagai peserta jaminan kesehatan nasional. Hanya saja karena petugasnya tampak terlalu sibuk dan harus lama mengantre, dia hanya mengantarkan orang tuanya yang kebetulan juga mengurus Askes.

Dia mengaku serius ingin menjadi anggota BPJS Kesehatan, sekaligus untuk tiga orang anggota keluarga dan dua orang karyawan pada warung nasinya. Beri juga mengaku sudah mendapat sedikit gambaran mengenai jaminan kesehatan nasional melalui siaran televisi.

Kepala Operasional BPJS Kesehatan Kabupaten Rembang Haryanto mengonfirmasi, banyak warga yang datang ke kantornya untuk mengurus jaminan kesehatan nasional dan mendaftar menjadi anggota badan penyelenggara jaminan sosial kesehatan. Jumlah pastinya, dia menyatakan belum merekapnya.

Dia pun mengakui, situasi kantornya hampir selalu penuh sesak oleh pengunjung, sejak 2 Januari kemarin. Bahkan tidak sedikit pengunjung yang harus berdiri untuk mengantre pelayanan. Padahal, sosialiasi mengenai jaminan kesehatan nasional, masih belum mengena 100 persen di kalangan masyarakat perdesaan.

Haryanto juga membenarkan, banyak dari kalangan nelayan di kabupaten ini yang datang dan telah bergabung menjadi anggota BPJS Kesehatan. Menurutnya, sebagian nelayan bukan lagi sebagai warga miskin dan memiliki penghasilan cukup, sehingga memilih menjadi peserta jaminan kesehatan nasional.

Haryanto menambahkan, selain peserta jamkesmas, askes PNS/TNI/Polri, dan peserta jaminan pemeliharaan kesehatan Jamsostek yang secara otomatis menjadi anggota BPJS Kesehatan, masyarakat umum seperti wiraswasta, nelayan, dan petani, juga bisa mendaftar sebagai peserta jaminan kesehatan nasional.

Premi atau besarnya iuran bagi masyarakat umum yang menginginkan layanan Kelas I melalui BPJS Kesehatan, ditentukan Rp59.500 per jiwa per bulan, Kelas II Rp42.500, dan Kelas III Rp25.500. Bagi karyawan badan usaha dan eks peserta jaminan pemeliharaan kesehatan Jamsostek, premi ditentukan sebesar 4,5 persen dari gaji pokok dan tunjangan tetap. Empat persen ditanggung pemberi kerja dan setengah persen oleh pekerja.

Sementara bagi PNS/TNI/Polri, premi ditentukan sebesar lima persen dari gaji pokok dan tunjangan tetap. Tiga persen premi ditanggung Pemerintah, sedangkan dua persennya ditanggung pegawai yang bersangkutan. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan