Rembang-Blora Masih Rawan Bagi Pemudik Lebaran

Senin, 6 Juli 2015 | 17:15 WIB
Ruas Jalan Rembang-Blora. (Foto: Pujianto)

Ruas Jalan Rembang-Blora. (Foto: Pujianto)


BULU, mataairradio.com –
Ruas Jalan Rembang-Blora masih akan rawan bagi pemudik Lebaran, jika kerusakannya tidak segera ditangani. Saat ini, jalanan itu baru diperbaiki sepanjang dua kilometer. Itu pun diujungnya, yang berbatasan dengan Blora.

Selebihnya, jalanan dipenuhi lubang dan bergelombang. Penambalan memang dilakukan, tetapi hingga Senin (6/7/2015) pagi, baru dua kilometer. Itu saja, sudah kira-kira seminggu yang lalu dan kini belum diteruskan. Kepala Dishubkominfo Rembang Suyono mengaku akan mengadu lagi ke Provinsi soal ini.

“Kami akan segera sampaikan ke Provinsi lagi. Katanya mau ada pelanjutan penambalan. Sebelumnya, Provinsi bilang, Jalur Rembang-Blora sudah akan siap dipakai pemudik sebelum masanya tiba,” katanya kepada mataairradio.

Selain penuh lubang dan bergelombang, ruas jalan sepanjang 30 kilometer itu, gelap pada malam hari. Dishubkominfo belum akan memasang lampu PJU atau penerangan jalan umum, menjelang Lebaran ini. Tetapi untuk mengantisipasi kerawanan bagi pemudik Lebaran, disediakan satu pos patroli gabungan.

Suyono mengaku tidak sebatas menyiapkan kelayakan perhubungan antara Rembang hingga Blora, tetapi juga Jalur Pantura. Di Jalur Pantai Utara Jawa, dia mengaku siap mengganti skotlet yang terpasang di pagar pembatas dengan yang baru. Tujuannya, agar di malam hari, pagar pembatasnya kelihatan jelas.

“Iya memang gelap. Tetapi belum ada tambahan lampu dari kita tahun ini. Untuk mengantisipasi kerawanan, nanti kan ada posko gabungan di Bulu, dekat pemandian itu. Selain itu, di Jalur Pantura, kita juga pasang skotlet pada pagar pembatas yang skotlet lamanya sudah hilang. Biar jelas gitu,” tegasnya.

Suyono menambahkan, rambu median jalan di Pantura Bonang juga ditambah, khususnya yang dari arah timur. Dinas Perhubungan sudah meminta kepada Bina Marga Provinsi Jawa Tengah agar memberi rambu yang jelas di dekat Jembatan Sarang, yang kini diperbaiki.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan