Rembang Berharap Pemerintah Koreksi HPP Gabah/Beras

Selasa, 23 Januari 2018 | 16:55 WIB

Seorang petani tampak menjemur padi hasil panennya di pelataran salah satu tempat penggilingan padi di Rembang, Sabtu (26/3/2016) ini. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pemerintah Kabupaten Rembang berharap adanya koreksi atas harga pembelian pemerintah (HPP) atas gabah atau beras dari petani.

Jika di Inpres Nomor 5 Tahun 2015, HPP gabah kering panen (GKP) ditentukan Rp3.700 per kilogram, maka Pemkab Rembang berharap HPP itu dikoreksi menjadi di atas Rp4.000 per kilo.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang Suratmin menjelaskan, usulan itu karena saat ini harga GKP mencapai Rp4.700 untuk yang kotor, dan Rp5.400 untuk yang bersih.

“Bila HPP GKP tetap Rp3.700 per kilo, petani akan rugi. Bulog pun tidak bisa menyerap gabah petani karena kalah harga. Kalau Bulog minim serapan, cadangan gabah Pemerintah akan tipis,” katanya.

Jika cadangan beras tipis, menurutnya, Pemerintah bisa saja melakukan impor beras. Padahal stok gabah di tingkat petani, masih melimpah.

Suratmin juga mengatakan, jika HPP gabah naik, nilai tukar petani (NTP) di Kabupaten Rembang akan ikut meningkat.

“Nilai tukar petani di Rembang saat ini masih 98, sedangkan dengan kenaikan HPP, NTP diharapkan bisa di atas 100,” tandasnya.

Ia berharap, revisi HPP bisa dilakukan sebelum puncak musim panen.

“Sebab, Januari ini, luasan panen sudah 1.000 hektare. Luasan panen ini akan meningkat di bulan Februari, dan akan mencapai puncaknya pada bulan Maret mendatang,” terangnya.

Apalagi, secara produktivitas, panen kali ini lumayan karena per hektare bisa keluar delapan ton gabah.

Kepala Perum Bulog Sub-Divisi Regional Pati Muhammad Taufiq menargetkan menyerap 100.000 ton setara beras pada tahun 2018. Target ini lebih rendah dari tahun 2017 yang 102.000 ton.

Ia mengatakan, belum ada revisi HPP gabah atau beras. Masih sesuai Inpres tahun 2015. Karena itu, bila kini Bulog melakukan penyerapan, masih akan memakai HPP Rp3.700 per kilo.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan