Regu Selam Kembali Terjun Atasi Serakan Batu Dermaga Tasikagung

Minggu, 8 Juni 2014 | 18:02 WIB
Kapal cantrang bernama lambung Mina Pangestu mengaram di dermaga pendaratan ikan Tasikagung Kecamatan Rembang pada Kamis (5/6) pagi. (Foto:Pujianto)

Kapal cantrang bernama lambung Mina Pangestu mengaram di dermaga pendaratan ikan Tasikagung Kecamatan Rembang pada Kamis (5/6) pagi. (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Regu selam dari Polisi Perairan, TNI Angkatan Laut, dan Dinas Perhubungan Laut Kabupaten Rembang, Minggu (8/6) pagi kembali menyelami dasar laut sekitar dermaga Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Tasikagung Kecamatan Rembang.

Penyelaman ditempuh untuk mendeteksi serakan batu di dasar laut sekitar dermaga. Belakangan sudah lima kapal menjadi korban lantaran bocor akibat terbentur batu sisa proyek. Nelayan dan pemilik kapal mengeluhkan berulangnya kejadian kapal bocor akibat terbentur batu di sekitar dermaga PPI Tasikagung. Sementara pembersihan dasar laut sudah dua kali dilakukan, dan kali ini yang ketiga.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang Saroni mengatakan, penyelaman akan dilakukan hingga Senin (9/6). Setelah penyelaman akan dilanjut dengan upaya pengangkatan serakan batu sisa proyek pada Selasa (10/6) hingga Rabu (11/6).

Saroni enggan mengomentari penyebab berulangnya kasus kapal bocor yang oleh nelayan dipastikan akibat terbentur batu-batu sisa proyek. Dia hanya menduga dasar laut sekitar dermaga kurang bersih, karena secara teknis sudah ada sabuk di bagian bawah dermaga.

Pihak UPT Dinas Kelautan dan Perikanan mengaku sering mendapat aduan dari nelayan mengenai serakan batu sisa proyek yang menjadi biang bocornya kapal ketika sandar. Dia mengaku memahami aduan tersebut dan karenanya ada penyelaman dan pembersihan untuk kali ke sekian.

Saroni mengaku tidak bisa secara cepat menindaklanjuti setiap aduan nelayan, terutama mengenai serakan batu yang dikeluhkan. Sebab dari sisi anggaran untuk operasional, tidak bisa turun secara cepat. Belum lagi, dari sisi teknis, menurut dia, tidak sederhana.

Pihaknya kadang harus menunggu alat untuk mengangkat serakan batu, karena sedang dipakai untuk keperluan di instansi lain dan mesti via pemesanan lebih dulu. Dia pun tidak berani menjamin, pembersihan kali ini, bakal tuntas 100 persen. Saroni berdalih, sekadar percaya pada aksi tim pembersihan karena serakan batu tidak mampu dilihat dari atas dermaga.

Kualitas dermaga baru di kompleks Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Tasikagung Kecamatan Rembang dianggap tak memenuhi syarat oleh nelayan. Anggapan itu muncul setelah kasus berserakannya batu di dasar dermaga terjadi secara berulang. Sementara akibat dari kejadian itu, kapal yang sandar menjadi korban sehingga kerugian material mencapai miliaran rupiah.

Damani seorang pemilik kapal di Desa Tasikagung menduga, batu-batu yang ditumpuk di bawah dermaga kerap kali longsor ke bawah kapal. Dalam catatannya, sudah lima atau enam kapal yang menjadi korban karena bocor setelah terbentur batu di dasar dermaga.

Dia pun lantas membandingkannya dengan dermaga lama yang nyaris tidak pernah terjadi kejadian seperti itu. Pihaknya berharap kepada Pemerintah agar turun tangan. Nelayan tidak mau tahu apa alasannya. Sebab nelayan tahunya bisa bersandar secara aman. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan