RBSJ Didesak Lakukan Audit Investasi dan Pendapatan

Selasa, 10 Maret 2015 | 19:00 WIB
Dinhubkominfo bersama DPRD Rembang menggelar audensi dengan manajemen PT RBSJ di ruang Banggar Selasa, 10 Maret 2015. (Foto: Pujianto)

Dinhubkominfo bersama DPRD Rembang menggelar audensi dengan manajemen PT RBSJ di ruang Banggar Selasa (10/3//2015. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Manajemen PT Rembang Bangkit Sejahter Jaya (RBSJ) didesak oleh DPRD Rembang untuk melakukan audit investasi dan pendapatan, guna mengurai polemik di Pelabuhan Tanjung Bonang.

“Kami minta RBSJ agar segera melakukan audit ke masing-masing badan usaha pelabuhan, sesuai dengan surat perintah kerja (SPK) yang dikeluarkan RBSJ,” ujar anggota Komisi B DPRD Rembang Joko Suprihadi pada audiensi antara DPRD dengan PT RBSJ dan Pemkab Rembang di Ruang Badan Anggaran DPRD, Selasa (10/3/2015).

Ketua Komisi A DPRD Rembang Ilyas menegaskan, audit investasi dan pendapatan diperlukan demi memperjelas persoalan tentang saling klaim sejumlah investor.

“Audit investasi bertujuan memperinci seberapa besar jumlah investasi yang telah dikeluarkan oleh investor. Sedangkan audit pendapatan juga bisa menggamblangkan berapa besar pendapatan yang telah dinikmati oleh para investor,” terangnya.

Menurutnya, sampai saat ini masih belum jelas berapa nilai investasi dan pendapatan yang didapatkan oleh para investor. PT RBSJ harus melakukan audit terkait investasi yang dilakukan investor-investor, serta audit tentang apa yang selama ini telah dihasilkan oleh investor yang telah ditetapkan sebagai BUP.

“Maka dari itu harus ada audit investasi dan income (pendapatan),” tegasnya.

Sementara itu, Direktur PT RBSJ, Prilestyo mengklaim tengah merencanakan audit yang diminta oleh DPRD tersebut. Dia mengakui, masing-masing perusahaan yang mengaku sebagai investor telah melakukan kegiatan di pelabuhan.

Namun dia mengaku tidak mengetahui seberapa besar nilai investasi dan pendapatan dari masing-masing investor.

“Kita tengah menyiapkan audit yang cukup pelik memang, sebab masing-masing investor telah melakukan kegiatan,” katanya.

Menurutnya, perlu ada nilai-nilai yang disepakati serta nominal maksimal dan minimal investasi. Ditegaskannya, audit itu penting untuk menentukan nilai nominal untuk melakukan reklamasi dari masing-masing investor.

“Saat ini pemetaannya masih dalam penggdokan dan pendekatan dengan pihak-pihak pro-kontra,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan