Rayakan Tahun Baru Hijriah, Sarang Bershalawat

Minggu, 26 Oktober 2014 | 20:15 WIB

 

Dua ulama besar dihadirkan pada Sarang Bersholawat, yakni Habib Syekh Bin Abdul Qadir Assegaf dan KH Maimoen Zubair.

Dua ulama besar dihadirkan pada Sarang Bersholawat, yakni Habib Syekh Bin Abdul Qadir Assegaf dan KH Maimoen Zubair. (Foto:Pujianto)

 

SARANG, mataairradio.com – Ribuan orang tumpah ruah di lapangan Desa Sendangmulyo Kecamatan Sarang, Minggu (26/10/2014) siang, untuk merayakan Tahun Baru Islam 1436 Hijriah yang telah jatuh, Sabtu (25/10/2014) kemarin. Acara itu dikemas dalam tajuk “Sarang Bershalawat”.

Dua ulama besar dihadirkan pada acara ini, yakni Habib Syekh Bin Abdul Qadir Assegaf dan KH Maimoen Zubair atau yang akrab disapa Mbah Moen.

Sejak acara dimulai sekitar pukul 10.30 WIB, mereka yang menahbiskan diri sebagai Syekher Mania– kelompok penyuka Habib Syekh, tampak berjejal namun khidmat melantunkan shalawat; pujian untuk Nabi Muhammad.

Di bawah terik matahari, mereka yang datang dari berbagai daerah, tampak antusias. Lantunan qasidah “Annabiy Shollu Alaih” dan “Yaa Badrotim”, seakan membenamkan warga dalam nikmat bershalawat, apalagi dengan alunan merdu Habib Syekh dan musik pengiringnya.

Di ujung acara, ulama sepuh asal Karangmangu Kecamatan Sarang KH Maimoen Zubair, memberikan petuah.

Mbah Moen menyisipkan harapan, agar di bawah kepemimpinan Presiden dan Wakil Presiden yang baru, Joko Widodo dan Jusuf Kalla, Indonesia bisa menjadi lebih baik.

Dia juga mengajak seluruh umat Islam di Indonesia agar ikut menjaga dan mendukung kondusifitas negara. Mbah Moen mengibaratkan Islam seperti buah kurma, yang pohonnya kokoh dan akarnya kuat tertancap di bumi.

“Islam itu ibarat pohon kurma, yang kuat dan tidak akan tumbang. Akarnya kuat tertancap di bumi dan cabangnya ada di langit. Buah kurma juga pemberi buah-buah tanpa memandang musim, baik itu musim kemarau maupun musim hujan,” ujarnya.

Mah Moen mengimbau kepada ribuan masyarakat yang hadir dalam “Sarang Bershalawat” agar bisa menghargai semua agama. “Kita jangan bercekcok dengan agama lain. Meskipun agama Islam adalah agama yang dipeluk sebagian besar rakyat Indonesia,” tandasnya.

Ketua Panitia Rosyikh Roghibi mengatakan, selain dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1436 Hijriah, gebyar shalawat digelar sekaligus untuk memperingati hari besar santri nasional.

“Sebetulnya acara gebyar shalawat ini sudah kami rencanakan sejak tahun lalu dan alhamdulliah bisa terwujud tahun ini,” katanya.

Sarang bershalwat tampak dihadiri pula oleh Pelaksana Tugas Bupati Rembang Abdul Hafidz, Ketua DPRD Majid Kamil, Kapolres AKBP Muhammad Kurniawan, Dandim 0720 Letkol (Inf) Wawan Indaryanto, dan Sekda Rembang Hamzah Fatoni. Acara tersebut berlangsung hingga pukul 12.30 WIB.

 

Penulis: Pujianto

Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan