Ratusan Warga Rembang Deklarasi Pemilu 2019 Damai

Senin, 1 Oktober 2018 | 18:51 WIB

Prosesi penandatanganan Deklarasi Pemilu 2019 Aman oleh masing-masing perwakilan Partai Politik, di Pendopo Museum RA Kartini Rembang, pada Senini (1/10/2018) siang) (Foto: mataairradio.com)

 
REMBANG, mataairradio.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Rembang menggelar deklarasi Pemilu 2019 damai dan bermartabat di Pendopo Museum RA Kartini, pada Senin (1/10/2018) pagi.

Acara tersebut dihadiri sekitar dua ratus orang peserta yang terdiri dari Forkompimda, Partai Politik, tokoh masyarakat, serta perwakilan perguruan tinggi.

Komisioner Bawaslu Rembang Amin Fauzi mengatakan, deklarasi sengaja di gelar agar semua elemen masyarakat pada pemilu 2019 nanti dapat menciptakan kondisi yang damai.

“Jangan sampai pemilu jadi ajang menebar fitnah dan ujaran kebencian. Apalagi saat ini sudah masuk tahapan masa kampanye. Tahapan kampanye dimulai sejak tanggal 23 September kemarin,” tuturnya.

Amin menjelaskan deklarasi pemilu 2019 damai dilaksanakan secara serentak di 35 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah.

Selain itu, acara tersebut juga dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada setiap tanggal satu Oktober.

“Sebelum deklarasi, tadi dibuka dengan pagelaran wayang kulit dengan lakon “Demokrasi Belantara” yang dibawakan oleh Ki Supriyadi dari Desa Wuro Kecamatan Kragan,” ujarnya, Senin (1/10/2018) pagi.

Pasca pagelaran wayang, perwakilan dari Forkompimda dan Partai Politik menandatangani lembar deklarasi Pemilu serentak 2019 yang akan datang berlangsung damai dan bermartabat.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Reporter MataAir Radio seluruh partai politik di Kabupaten Rembang mengikuti dan menandatangani deklarasi tersebut.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan