Ratusan Tentara Diajak Pacu Produksi 10.000 Ton Padi

Selasa, 10 Februari 2015 | 18:57 WIB
Tentara Rembang dibekali ilmu teknologi pertanian oleh Distanhut, di Balai Manunggal Rembang, Selasa (10/2/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

Tentara Rembang dibekali ilmu teknologi pertanian oleh Distanhut, di Balai Manunggal Rembang, Selasa (10/2/2015) pagi. (Foto:Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Ratusan tentara di Kabupaten Rembang diajak memacu produksi lebih dari 10.000 ton padi pada tahun ini.

Pemerintah Pusat menarget Rembang untuk mewujudkan produksi 249.267 ton padi pada tahun ini. Padahal produksi padi tahun lalu hanya 238.557 ton.

Memang tidak hanya tentara yang digandeng untuk mewujudkan target tersebut.

Namun Selasa (10/2/2015) pagi, 236 bintara pembina desa atau babinsa di seluruh desa di kabupaten ini, dibekali teknologi pertanian secara intensif oleh Dinas Pertanian dan Kehutanan di Balai Manunggal Rembang.

Kepala Seksi Produksi Tanaman Pangan Distanhut Rembang Sukaryo menyebut peran dan kinerja petugas penyuluh lapangan dalam memacu produksi padi dianggap kurang, sehingga perlu didorong tentara.

“Untuk sementara ini, memang produksi padi dulu yang dipacu signifikan,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Rembang Suratmin membenarkan, produksi padi memang dipacu hingga 10.710 ton pada tahun ini.

“Selain padi, produksi jagung dan kedelai sebenarnya juga ditarget naik,” ungkapnya.

Tetapi produksi jagung dan kedelai di Rembang sudah melampaui beban target yang diberikan.

Produksi jagung tahun lalu mencapai 133.172 ton, sedangkan kedelai 5.200 ton. Namun target produksi jagung yang dibebankan Pemerintah 127.739 ton, sedangkan kedelai 4.282 ton.

“Kami optimistis target bisa diwujudkan, karena kinerja petugas penyuluh juga turut dipacu,” tandasnya.

Komandan Kodim 0720 Rembang Letnan Kolonel Infanteri Wawan Indaryanto mengatakan, para babinsa dilatih secara intensif sejak tanggal 9 hingga 12 Februari mendatang.

“Mereka dibekali teori dan praktek teknologi pertanian agar mampu mendampingi petani. Setiap bulan mereka pun wajib laporan,” terangnya.

Dandim menambahkan, petani juga akan dibantu dalam mendeteksi dan mengawasi ketersediaan pupuk. Pihaknya berharap agar petani bisa terbuka dengan para babinsa.

“Apabila ada indikasi permainan penyaluran pupuk di level manapun, segera sampaikan informasi kepada kami. Informasi bakal kami teruskan ke komando yang lebih atas, yakni dari Kodim ke Korem hingga kemudian ke KSAD dan Menteri Pertanian,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan