Ratusan Ibu Rumah Tangga Dilatih Bikin Snack

Selasa, 4 Oktober 2016 | 23:21 WIB
Ibu-ibu rumah tangga berasa dari Desa Pasucen Kecamatan Gunem ketika memproses pembuatan snack daging tutup kentang pada pelatihan pembuatan snack di Balai Desa Pasucen, Selasa (4/10/2016) pagi. (Foto: Pujianto)

Ibu-ibu rumah tangga berasa dari Desa Pasucen Kecamatan Gunem ketika memproses pembuatan snack daging tutup kentang pada pelatihan pembuatan snack di Balai Desa Pasucen, Selasa (4/10/2016) pagi. (Foto: Pujianto)

 

GUNEM, mataairradio.com – Ratusan ibu rumah tangga dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Gunem dilatih tentang membuat snack untuk jajanan bisnis di Balai Desa Pasucen, Selasa (4/10/2016).

Mereka yang berasal dari desa-desa seperti Tegaldowo, Timbrangan, Pasucen, Kajar, dan Kadiwono-Bulu diajari tentang cara membuat daging tutup kentang dan siomay oleh seorang praktisi katering dari Surabaya.

Arithea Ayu, mentor sekaligus praktisi katering dari Jawa Timur itu mengatakan, snack jenis tersebut, cukup gampang dibuat. Meskipun peserta pelatihan adalah warga kampung, tetapi menurutnya, mereka akan bisa gampang mempraktekkannya.

“Daging tutup kentang dan siomay cukup mudah diaplikasikan. Makannya enak dan cara buatnya pun simpel. Cocok untuk segala situasi. Bahan pun mudah dicari di daerah sini,” terangnya di sela-sela pelatihan.

Hanya saja menurutnya, meski secara prospek harga snack jenis tersebut terjangkau dan diklaim menjanjikan, tetapi cukup terkendala dengan setelan rasa atau lidah untuk bahan oregano dan susu keju.

“Tetapi, kami akan dampingi ibu rumah tangga ini, sampai dengan siap dijual di pasar, sehingga termasuk di dalamnya adalah penampilan sajian agar menarik dan memikat,” tandasnya.

Thea menegaskan bahwa alat yang dibutuhkan untuk memproses atau memasak bahan-bahan guna jenis snack tersebut, bisa dibilang tak ribet, karena cuma kompor, kukusan, dan oven. Khusus oven, menurutnya, tidak harus oven listrik, tetapi cukup memanfaatkan pemanggang biasa.

“Karena kesederhanaan rupa snack tetapi tetap bernilai makanannya, kami yakin, ibu-ibu di sini akan bisa menyerap secara cepat. Apalagi ibu-ibu ini tampak antusias,” tegasnya.

Siti Aminah, warga berasal dari RT 4 RW 1 Desa Pasucen Kecamatan Gunem mengaku terbantu dengan pelatihan tersebut. Setidaknya dengan pelatihan ini ia menjadi makin mantap berjualan jajanan sebagaimana yang diajarkan.

“Selama ini, kalau beli snack yang agak bagus gitu, jauh. Mesti ke kota. Semoga dengan pelatihan ini, jadi ada bisnis, meski kecil-kecilan. Lumayan buat tambahan untuk pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari,” ujarnya.

Pada pelatihan yang disponsori oleh PT Semen Indonesia ini, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Rembang Hasiroh Hafidz dan wakilnya Vivid Bayu Andriyanto tampak hadir. Keduanya juga sempat meninjau stan praktek memasak. Hasiroh bahkan tampak aktif bertanya resep-resep.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



One comment
  1. fuad

    Februari 28, 2017 at 7:16 am

    Memberikan hanya pelatihan saja kurang lah pastinya bantu dong pemasarannya!!Toh semen tidak bisa mengkafer penganguran jadi harus cari solusi terbaik agar warga tidak bergolak untuk tolak semen.Sekedar pelatihan tanpa ada bantuan pemasaran dan modal sama saja ngasih cangkul tapi tidak di kasih ladang bohong belaka dan percuma

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan