Ratusan Hektare Tanaman Padi Puso di Rembang

Selasa, 9 Juli 2019 | 18:37 WIB

Ilustrasi. Padi puso.

REMBANG, mataairradio.com – Ratusan hektare tanaman padi mengalami puso akibat dilanda kekeringan di Kabupaten Rembang.

Total tanaman padi puso 454,1 hektare. Kecamatan Kaliori terparah karena mencapai 422,6 hektare.

Sisanya, puso terjadi pada masing-masing 14,5 hektare lahan padi di Kecamatan Bulu, Pancur sembilan hektare, Pamotan lima hektare, dan Lasem tiga hektare.

Selain puso, pihak Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang juga mencatat 493 hektare lahan padi yang terancam puso karena mengalami kekeringan berat.

493 hektare lahan yang kekeringan berat tersebar di Kecamatan Sumber 122 hektare, Sarang 119 hektare, Sedan 108 hektare, Sluke 75 hektare, Kragan 46 hektare, Gunem 18 hektare, dan Kecamatan Rembang lima hektare.

Hanya Kecamatan Sale yang luput dari dampak kekeringan terhadap tanaman padi, baik pada skala ringan, sedang, berat, maupun puso.

Pihak Dintanpan Kabupaten Rembang sudah melaporkan keadaan tanaman padi per pekan pertama bulan Juli 2019 kepada pihak Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah.

“Kami sudah laporkan keadaan tanaman padi baik yang puso maupun yang berat ke provinsi per surat tertanggal 5 Juli 2019,” kata Kepala Dintanpan Kabupaten Rembang Suratmin.

Dihubungi oleh mataairradio.com pada Selasa (9/7/2019) sore, Suratmin menyatakan, tanaman padi yang puso itu, seluruhnya merupakan peserta program asuransi usaha tani pertanian (AUTP).

“Yang mengajukan klaim asuransi ya 454,1 hektare. Kalau secara peserta asuransi 994 hektare di Rembang,” terangnya.

Menurut ketentuan program AUTP, besarnya nilai klaim asuransi terhadap lahan puso sebesar Rp6juta per hektare.

Petani hanya membayar Rp36ribu per musim tanam atau sekitar 90-95 hari, untuk bisa mendapatkan klaim asuransi sebesar Rp6 juta per hektare.

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan