Ramadan, Stok Pangan di Rembang Aman

Selasa, 5 April 2022 | 13:37 WIB

Ma’ruf, salah satu pedagang bahan pangan di Pasar Tradisional Rembang, Senin (4/4/2022). (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Ketahanan pangan terutama beras di Kabupaten Rembang masih akan aman hingga enam bulan ke depan, terhitung sejak Maret tahun ini, meskipun musim tanam padi pada tahun ini molor akibat curah hujan yang sempat rendah pada rentang waktu Desember 2021 sampai Januari 2022.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang Agus Iwan Haswanto menyebutkan, ketersediaan beras hingga Maret 2022 masih surplus 27.065 ton.

Ia menjelaskan, surplus itu terjadi karena ketersediaan beras yang mencapai 32.154 ton, sedangkan rata-rata kebutuhan konsumsi untuk 645.340 orang penduduk Rembang per bulannya hanya 5.089 ton.

“Sampai akhir Maret luas panen padi di Rembang 11.909 hektare, dari total luas tanam 32.921 hektare. Produktivitasnya 5 ton/hektare, maka terdapat 59.545 ton GKG (Gabah Kering Giling). Jika rendemen 54 persen maka produksi beras 32.154 ton. Jumlah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan enam bulan ke depan, dengan rata-rata kebutuhan beras per bulan Kabupaten Rembang 5.089 ton,” bebernya kepada mataairradio.com.

Ia menambahkan, hingga saat ini Kabupaten Rembang masih memiliki luas tanam yang belum dipanen seluas 21.000 hektare.

“Insyaallah cukup ketersediaan beras untuk ramadan dan bulan-bulan selanjutnya,” imbuhnya, Senin (4/4/2022).

Sedangkan untuk ketersediaan bahan pangan jenis palawija seperti kacang tanah dan kacang hijau di tingkat petani, Iwan menuturkan, sebagian ada yang sudah panen, namun mayoritas baru akan mulai tanam di musim tanam kedua.

“Untuk palawija sebagian memang ada yang sudah panen tapi umumnya baru akan tanam di MT 2 (Musim Tanam Kedua) ini. Untuk kacang tanah dan kacang hijau rata-rata kita surplus dan untuk kedelai kita minus,” pungkasnya.

Sementara itu, ketersediaan bahan pangan di tingkat pedagang di Pasar Rembang terpantau masih normal.

Ma’ruf, pedagang bahan pangan di pasar itu mengatakan, pasokan barang dagangannya masih lancar dan harganya pun normal.

Ia menyebutkan, harga beras untuk kualitas I Rp11.000-Rp11.500 per kilo, kualitas II Rp9.500-Rp10.000 per kilo, dan kualitas III Rp7.500-8.000 per kilo. Harga jagung berkisar dari Rp6.000 sampai Rp6.500 per kilo.

“Harganya naik-turun, tapi nggak lebih dari Rp500. Untuk kacang hijau harganya Rp12.750 per kilo, kedelai per kilonya Rp13.000. Pasokan sampai saat ini aman-aman aja. Lancar, disuplai dari petani lokal sendiri. Kalau kedelai dari impor,” tuturnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan