Radio di Rembang Boikot Iklan Kampanye Pilkada

Kamis, 19 November 2015 | 18:06 WIB
Surat Forum Komunikasi Radio Rembang kepada KPU Rembang tertanggal 6 November 2015. (Foto: mataairradio.com)

Surat Forum Komunikasi Radio Rembang kepada KPU Rembang tertanggal 6 November 2015. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Empat radio swasta di Kabupaten Rembang memboikot iklan kampanye pasangan calon kepala daerah yang dikelola oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.

Hal itu setelah KPU dianggap tidak konsisten dengan keterangannya terkait kemampuan anggaran.

Boikot empat radio terungkap dari surat keberatan yang dilayangkan kepada KPU dan ditembuskan kepada tiap tim kampanye pasangan calon.

Inti dari surat itu menginginkan agar KPU mengoptimalkan iklan kampanye pasangan calon, sekaligus sebagai ajang sosialisasi kepada masyarakat.

Sekretaris tim kampanye pasangan Abdul Hafidz-Bayu Andriyanto, Irwan Fakhrudin Haqim mengaku sudah menerima tembusan surat dari forum komunikasi radio di Rembang.

“Dengan adanya ketentuan baru, ada banyak hal yang sekarang tidak bisa dilakukan oleh tim kampanye. Saya khawatir (boikot) itu menjadikan tingkat partisipasi pemilih tidak setinggi tahun lalu,” katanya.

Menurut keterangan di surat forum komunikasi radio di Rembang, KPU sempat terlibat pembahasan soal iklan dengan media radio, baru-baru ini.

Di surat itu disebutkan, harga iklan ditentukan KPU sebesar Rp30 ribu per kali tayang dengan 6 kali tayang per hari selama 14 hari per pasangan calon.

Forum radio menganggapnya tidak layak, karena radio menjangkau seluruh segmen yang disasar KPU untuk meningkatkan partisipasi pemilih. Di perdesaan sekalipun.

Pihak radio menginginkan durasi tayang dimaksimalkan 10 kali seperti di Peraturan KPU, guna sosialisasi pilkada 5 tahunan.

“Tentu ketika komunikasi politik lebih intens akan lebih baik. Akan lebih baik KPU memaksimalkan sosialisasi atau iklan kampanye pasangan calon. Karena kami sudah tidak bisa iklan kampanye sendiri,” katanya.

Ketua KPU Rembang Minanus Suud mengaku hanya bisa memfasilitasi iklan maksimal 7 kali tayang per hari kali 14 hari dengan harga Rp30 ribu per sekali tayang.

Kali ini, Suud menyebut rencana anggaran dan biaya tidak bisa lagi berubah karena rincian RAB sudah diminta Pemkab Rembang.

“PKPU memang maksimal 10 kali, tapi pertimbangan kita dari 6, di injury time sudahlah kita naikkan jadi 7 kali,” katanya.

Pihak KPU Rembang berpendapat, iklan kampanye sebanyak 7 kali per hari di tiap radio, dianggap sudah berdurasi yang tinggi.

KPU memandang, di malam hari, iklan di radio, tidak didengar oleh masyarakat. Ia khawatir, iklan sosialisasi itu justru tidak tepat sasaran.

Koordinator Lembaga Studi Pemberdayaan Masyarakat (Lespem) Rembang Bambang Wahyu Widodo berharap transparansi anggaran dari KPU.

“Kami meminta KPU terbuka dengan menyampaikan penggunaan anggaran Rp17,2 miliar itu kepada publik, setelah pilkada. Karena itu dana publik,” katanya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan