Putusan Banding Kasus Kekerasan Wartawan Rembang Belum Turun

Rabu, 27 September 2017 | 15:52 WIB

Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Rembang Muhammad Salahuddin. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Putusan banding yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) ke Pengadilan Tinggi Jawa Tengah terkait kasus kekerasan terhadap wartawan di Rembang hingga kini belum juga turun.

Pihak Kejaksaan Negeri Rembang mengaku belum mengetahui adanya salinan putusan Pengadilan Tinggi.

“Kami belum tahu, karena kami belum terima salinan putusan dari Pengadilan Tinggi. Yang jelas kasus ini masih dalam proses banding di Semarang,” ujar Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Rembang Muhammad Salahuddin kepada mataairradio.com, Rabu (27/9/2017).

Kasus yang mendudukkan karyawan PLTU Sluke Suryono sebagai terdakwa ini telah diputuskan Pengadilan Negeri Rembang dengan vonis tiga bulan penjara dengan percobaan enam bulan pada 31 Juli 2017.

Putusan PN Rembang ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa yang menuntut hukuman tujuh bulan penjara.

Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 2 Tahun 2014 menentukan bahwa penyelesaian perkara pengadilan tingkat banding paling lambat dalam waktu tiga bulan.

Sementara, JPU resmi menyatakan banding atas kasus kekerasan terhadap wartawan itu pada Jumat 4 Agustus 2017.

“Salinan putusan dari pengadilan tingkat banding akan diberikan kepada pihak pengadilan negeri dan kepada kami. Tapi baik pengadilan maupun kami, belum menerima salinan putusan banding,” katanya.

Dalam kasus kekerasan terhadap wartawan, Suryono yang merupakan warga Desa Grawan Kecamatan Sumber terbukti melanggar Pasal 18 Ayat 1 Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999.

Pihak Suryono menyatakan menerima putusan Pengadilan Negeri Rembang setelah sebelumnya sempat menyatakan pikir-pikir atas vonis Majelis Hakim.

Perkara bermula dari kecelakaan kerja di PLTU Sluke, 18 Agustus 2016 lalu, yang mengakibatkan dua orang tewas dan dua orang lainnya menderita luka bakar.

Saat korban dirawat di RSUD dr R Soetrasno Rembang, wartawan yang akan meliput diancam akan dikeroyok dan dibunuh. Foto hasil liputan seorang wartawan yang diambil melalui telepon selular berkamera, turut dihapus.

“Kami tetap memantau proses banding di Pengadilan Tinggi Jawa Tengah. Dalam hal banding yang (terpidana) tidak ditahan, prosesnya agak lama,” pungkas Salahuddin.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan