Tak Mau Pupuk Bermasalah, Petani Datangi Dewan

Senin, 22 Desember 2014 | 18:02 WIB
ILustrasi pupuk bersubsidi. (Foto:bumn.go.id)

ILustrasi pupuk bersubsidi. (Foto:bumn.go.id)

 
REMBANG, mataairradio.com – Sedikitnya 25 orang petani dari Kecamatan Sedan dan Sarang mendatangi Kantor DPRD Rembang, Senin (22/12/2014). Mereka tak mau mendapati lagi masalah terkait distribusi pupuk bersubsidi, sebagaimana dirasakan pada belakangan ini.

Menurut Mun’im, petani dari Sidorejo Kecamatan Sedan, ada tiga hal pokok yang menjadi inti keluhan petani terkait distribusi pupuk bersubsidi.

“Mulai dari ketersediaan pasokan alias kelangkaan pupuk, kemudian harga pupuk yang melampaui harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi, hingga persoalan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK),” ungkap Mun’im kepada mataairradio.com di sela-sela audiensi di Kantor DPRD Rembang.

Dia menyebutkan, kelangkaan pupuk terjadi di wilayah timur Kabupaten Rembang, terutama Sedan dan Sarang. Petani menjadi kian terbebani karena harganya di atas HET.

“Informasi yang kami terima dari sejumlah petani di Sarang, harga urea subsidi yang semestinya tidak lebih dari Rp95.000, bisa mencapai Rp100-120.000 per sak isi 50 kilogram,” ungkapnya.

Sementara mengenai RDKK, ada beberapa petani yang belum masuk daftar, padahal penebusan pupuk di tingkat pengecer atau distributor, hanya bisa dilakukan dengan dasar rencana definitif kebutuhan kelompok petani setempat.

“Kami berikan waktu 15 hari kepada dewan untuk membantu petani guna menyelesaikan persoalan tersebut. Tadi sih, katanya (anggota dewan) mau secepatnya inspeksi di lapangan,” tandasnya.

Fakih, seorang petani dari Desa Nglojo Kecamatan Sarang juga menyebut, kesulitan pupuk di Kecamatan Sarang terjadi merata hampir di semua pelosok desa, khususnya yang berada jauh dari Jalur Pantura.

“Dari 23 desa di Sarang, 17 di antaranya mengalami kelangkaan pupuk. Kami berharap anggota dewan menunjukan perannya menyelesaikan kesulitan pupuk yang dialami petani,” pintanya.

Sekretaris Komisi B DPRD Ali Ircham yang dikonfirmasi mengaku akan segera turun membantu petani dalam mengatasi persoalan pupuk bersubsidi.

“Terlebih dahulu kami akan koordinasi dengan pihak Dinas Pertanian untuk kita ajak bareng turun melakukan pengecekan di lapangan,” kata Politisi Partai Nasdem dari Dapil Sarang-Sedan tersebut.

Kepala Seksi Usaha Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Kehutanan Rembang Ika Himawan Affandi mengatakan, setiap keluhan perlu dicek kebenarannya di lapangan, termasuk soal harga pupuk bersubsidi yang disebut jauh di atas HET.

“Kalau soal RDKK, tahun depan, ada musrenbang pupuk di tingkat kecamatan. Tapi ya lihat dana atau anggarannya dulu. Bisa dilakukan atau nggak,” ungkapnya.

Dia menekankan, musrenbang atau musyawarah perencanaan pembangunan khusus untuk membahas RDKK, salah satunya sebagai update petani di RDKK tiap tahunnya.

“Kalau tahun ini, RDKK-nya kan sudah selesai (diajukan). Kalau perlu penyempurnaan ya tahun depan,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan