Tiga Titik Disoroti Saat Puncak Arus Mudik di Rembang

Jumat, 25 Juli 2014 | 14:58 WIB
Parkir kendaraan beroda tiga jenis tossa di depan pasar Kragan. (24/7). (Foto:Rif)

Parkir kendaraan beroda tiga jenis tossa di depan pasar Kragan. (24/7). (Foto:Rif)

KRAGAN, MataAirRadio.net – Puncak arus mudik lebaran di Kabupaten Rembang terjadi mulai Jumat (25/7) ini. Ada tiga titik yang disoroti secara serius oleh polisi, yakni Pantura Kaliori, Kota Rembang, dan Kragan.

Kepala Urusan Bina Operasi Satlantas Polres Rembang Iptu Haryanto mengatakan, Pantura Kaliori disoroti karena menjadi lalu lintas kendaraan yang akan ke Blora dan Pati atau sebaliknya. Sementara untuk Pantura Kota Rembang perlu diseriusi karena lonjakan aktivitas warga mendekati Hari Raya Idul Fitri.

Dia membenarkan, puncak arus mudik terjadi hingga Sabtu (26/7) ini. Dari pantauannya, arus lalu lintas menunjukkan lonjakan signifikan dari sekitar 10-20 kendaraan per menit pada hari kemarin (24/7), menjadi 30-50 kendaraan per menit pada Jumat (25/7) ini.

Khusus untuk Jalur Pantura Kragan, Haryanto mengaku melakukan penerjunan khusus. Ada tiga pemicu yang berpotensi memacetkan arus lalu lintas di Pantura Timur Rembang. Mulai dari aksi penggalangan amal pembangunan masjid, parkir kendaraan beroda tiga jenis tossa, dan pasar tumpah.

Menurutnya, aksi penggalangan amal di jalan raya untuk sementara telah diminta berhenti, setidaknya selama masa mudik dan balik lebaran. Di kanan kiri Jalan Pantura Kragan, polisi juga telah mengimbau armada jenis tossa agar lebih berhati-hati mengoperasikan kendaraan.

Dia menegaskan, mestinya tossa tidak diperkenankan untuk mengangkut penumpang orang. Namun penertiban yang berulang kali dilakukan, tak sampai membuat mereka jera. Sementara soal pasar tumpah, Haryanto menyatakan, sudah menerjunkan personel untuk mengantisipasi kekroditan pada pagi hari.

Disinggung mengenai tingkat kecelakaan sepanjang masa mudik hingga Jumat (25/7) ini, trennya cenderung menurun jika dibandingkan tahun lalu. Tercatat hanya dua kasus kecelakaan, itu pun merupakan laka ringan. Hanya saja, dilihat dari pemicunya, diakibatkan oleh kelelahan berkendara.

Haryanto telah meminta kepada pemudik agar tidak memaksakan berkendara atau mengemudikan armadanya apabila mengantuk. Lebih amannya, mereka dapat beristirahat sejenak di empat pos pelayanan dan dua pos kesehatan yang digelar sepanjang Jalur Pantura Rembang. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan