Puluhan Stan Syawalan di Rembang Belum Laku

Kamis, 14 Juni 2018 | 16:22 WIB

Puluhan stan di arena Syawalan di kawasan Taman Rekreasi Pantai Kartini Rembang masih belum laku hingga H-1 Lebaran, Kamis (14/6/2018) siang. (Foto : Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Puluhan stan di arena Syawalan di kawasan Taman Rekreasi Pantai Kartini Rembang masih belum laku hingga H-1 Lebaran, Kamis (14/6/2018) siang.

Padahal, Syawalan akan beroperasi mulai Jumat, 15 Juni 2018.

Kepala Bagian Humas Pengelola Taman Rekreasi Pantai Kartini Rembang Sugiyanto mengatakan, dari 211 stan yang tersedia, 176 stan sudah terjual, sehingga tersisa 35 unit.

“Masih ada 35 unit. Kemungkinan stan akan habis terjual karena beberapa pedagang dari Jepara sedang dalam proses konfirmasi dengan kami,” katanya.

Menurut Sugiyanto, pedagang Syawalan rata-rata berjualan gerabah, mainan, dan kuliner. Kebanyakan dari Rembang sendiri.

“Selebihnya dari Lamongan, Jombang, Kudus, dan Blora,” terangnya.

Sugianto menambahkan, pedagang sudah boleh menaruh barang dagangannya sejak Kamis (14/6/2018) ini. Syawalan berlangsung hingga sepuluh hari setelah Idul Fitri atau 24 Juni 2018.

Pengelola tidak membeber target pendapatan dari momentum Syawalan.

“Kami baru pertama kali ini mengelola Syawalan, sehingga belum memiliki acuan sebagai pertimbangan untuk menentukan target,” kilahnya.

Ia juga menyebutkan, dari dua tipe stan, stan ukuran 4×4 meter seharga Rp900ribu paling banyak diminati pedagang, sedangkan stan 3,5×3 meter seharga Rp800ribu, minim peminat.

Sementara itu, pihak pengelola Taman Rekreasi Pantai Kartini Rembang akan menggratiskan tiket masuk pada momentum Syawalan tahun ini.

Gratis tiket masuk berlaku pada pukul 17.00 hingga pukul 22.00 WIB. Mulai 15 Juni hingga 24 Juni 2018.

Pengelola baru objek wisata ini menerapkan kebijakan tersebut sebagai promosi untuk menarik minat wisatawan.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan