Puluhan Sopir Tambang Disosialisasi Bahaya Kejahatan Anak

Senin, 26 Oktober 2015 | 19:16 WIB
Kapolsek Sale Ajun Komisaris Isnaeni (dua dari kanan) memberi paparan tentang bahaya kejahatan terhadap anak, di antaranya kekerasan seksual, di Balai Desa Mrayun Kecamatan Sale, Minggu (25/10/2015) malam. (Foto: mataairradio.com)

Kapolsek Sale Ajun Komisaris Isnaeni (dua dari kanan) memberi paparan tentang bahaya kejahatan terhadap anak, di antaranya kekerasan seksual, di Balai Desa Mrayun Kecamatan Sale, Minggu (25/10/2015) malam. (Foto: mataairradio.com)

 

SALE, mataairradio.com – Puluhan sopir tambang di wilayah Kecamatan Sale diberikan sosialisasi tentang bahaya kejahatan dan kekerasan terhadap anak, Minggu (25/10/2015) malam.

Sosialisasi dilakukan oleh jajaran Kepolisian Sektor Sale dan digelar di Balai Desa Mrayun.

Kapolsek Sale AKP Isnaeni mengungkapkan para sopir tambang yang menjadi sasaran sosialisasi adalah yang tergabung dalam Paguyuban Rukun Sopir Sale (Gurusule).

“Mereka ini perlu paham soal ancaman kejahatan dan kekerasan terhadap anak karena sopir itu sibuk kerja,” terangnya.

Pada pemaparan yang berlangsung selama tiga jam itu, Kapolsek menjelaskan isi dan maksud dari Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 dan Perda Nomor 6 Tahun 2014 tentang perlindungan anak.

“Di dua aturan tersebut, diterangkan tentang hak-hak yang harus diberikan kepada anak di antaranya hak untuk bebas dari penganiayaan,” kata dia.

Menurut Isnaeni, anak-anak berusia 7-14 tahun menjadi yang paling rentan terhadap kejahatan seksual.

“Pemahaman orang tua diharapkan bisa mengindarkan anak dari potensi kejahatan dan kekerasan seksual,” tegasnya.

Ketua Gurusule, Eko Purwantono menilai, acara sosialisasi bahaya kejahatan seksual terhadap anak sangat penting diberikan kepada para sopir.

“Dengan sosialisasi, wawasan para sopir tentang potensi kejahatan seksual terhadap anak, bertambah,” jelasnya.

Dia pun membenarkan, sopir memiliki waktu yang lebih banyak di luar, ketimbang mengurus anak di rumah.

Dengan sosialisasi itu, mereka setidaknya jadi tahu, apa yang harus dilakukan terhadap anak dan istri, sebelum ditinggal larut dalam kesibukan mengaspal di jalanan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan