Puluhan Pelajar Ikuti Kemah “Sorak Watucongol”

Kamis, 20 Desember 2018 | 01:49 WIB

Beberapa pelajar sedang berlatih mementaskan teater di Acara Kemah “Sorak Watucongol” selama dua hari sejak Selasa (18 /12 /2018), di Bukit Watucongol di Desa Selopuro Kecamatan Lasem. (Foto: mataairradio.com)

LASEM, mataairradio.com Sebanyak 87 pelajar di Kabupaten Rembang mengikuti Kemah” Sorak Watucongol”, selama dua hari sejak Selasa (18/12/2018), di Bukit Watucongol di Desa Selopuro Kecamatan Lasem.

Ahmad Rif’an selaku Ketua Panitia Acara tersebut menjelaskan, kegiatan “Sorak Watucongol” mempunyai dua sasaran.

Yang pertama yaitu memunculkan kembali bahwa wisata alam harus dikelola lebih ke isinya, dengan kegiatan yang membawa manfaat bukan, sekedar memoles dengan sesuatu yang membuat objek wisata justru tidak alami lagi.

Kedua, sasaran kegiatan ini fokus pada peningkatan kesadaran para pelajar dan pembina ekstra kulikuler di Bidang Sastra Indonesia ataupun teater.

“Kegiatan Kemah ‘Sorak Watucongol’ ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan akan rendahnya minat pelajar pada dunia teater di Rembang.

Padahal di beberapa kabupaten/kota lainnya, justru semakin meningkat. Saat ini yang resmi memiliki Sanggar Teater di tingkat SLTA hanya ATARU SMA Negeri 2 Rembang,” ujarnya.

Ia berharap, dengan kegiatan Kemah Teater Pelajar, Workshop Teater Pelajar, dan Diklat Dasar Teater akan menjadi stimulan dan daya ungkit untuk menyemarakkan kembali dunia teater di kalangan pelajar Kabupaten Rembang.

“Banyak event lokal, regional, dan nasional yang terkait teater pelajar seperti FLS2N yang saat ini jarang diikuti oleh Kabupaten Rembang,” ungkapnya.

Rif’an menyatakan, kalangan anak-anak, khususnya pelajar sangat diharapkan mempunyai karakter yang kuat untuk mengisi pembangunan dan pembentukan karakter bangsa yang disiplin dan dinamis.

Menurutnya, teater sangat lengkap, dengan kurikulum olah gerak tubuh, olah vokal dan olah rasa. Seni rupa, seni musik, seni tari, seni drama, dan sastra  bisa masuk dalam teater.

“Hasil akhir kegiatan ini, ternyata anak-anak mampu membuat naskah sederhana dan pentas di panggung alam dengan properti disediakan oleh lingkungan yang ada di lokasi perkemahan,” pungkasnya.

Sementara itu, jumlah peserta sebanyak 87 pelajar, terdiri dari 10 lebih sekolahan, forum anak desa, dan panti asuhan.

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan