Puluhan Batang Kayu Jati Hutan Kalinanas Hilang Dicolong

Kamis, 2 April 2015 | 16:11 WIB
Kayu jati gelondongan hasil curian dari wilayah hutan KPH Mantingan. (Foto: Pujianto)

Kayu jati gelondongan hasil curian dari wilayah hutan KPH Mantingan. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Puluhan batang kayu jati di hutan BKPH Kalinanas wilayah KPH Mantingan dilaporkan hilang dicolong hanya dalam tempo sebulan terakhir. Kayu-kayu yang dicuri itu berdiameter kisaran 22-30 centimeter.

Wakil Administratur KPH Mantingan Mochammad Rizqon mengungkapkan, lokasi hutan yang kemalingan, dekat dengan Pati. Sempat mencuat kabar, aksi pencurian paling banyak terjadi pada malam pelaksanaan Pilkades di Pati. Namun Rizqon membantahnya.

Menurutnya, pencurian memang terjadi, tetapi tidak ada yang sampai belasan batang, dalam semalam. Puluhan kayu jati yang hilang adalah akumulasi yang tercatat sejak tanggal 1 hingga 31 Maret 2015.

“Nggak ada yang dalam semalam hilang 23 batang. Apalagi menjelang Pilkades di Pati. Kami memang kehilangan lebih dari 20 batang kayu jati dari BKPH Kalinanas. Dekat Pati. Tapi itu akumulasi sejak tanggal 1 hingga akhir Maret kemarin,” ungkapnya kepada mataairradio.

Rizqon juga mengungkapkan, tidak semua kasus pencurian kayu hutan dilaporkan ke kepolisian. Dalam hal kasus pencurian di wilayah hutan Kalinanas, dia hanya melaporkan pencurian yang pelakunya sudah terdeteksi atau dikenali.

Pihak Perhutani melaporkannya ke Polsek Japah, Blora. Namun belum ada perkembangan penyelidikan. Dia belum menanyakannya, karena umur laporan belum genap sebulan.

Rizqon menyebutkan, nilai kerugian akibat 20 batang kayu jati yang hilang itu, ditaksir mencapai Rp50 juta. Dia menekankan, kasus pencurian kayu hutan masih lumayan tinggi di wilayah KPH Mantingan.

“Kami sudah laporan ke Polsek Japah, Blora. Tapi tidak semua kasus. Hanya terhadap pencurian yang pelakunya sudah dikenali, yang dilaporkan. Belum ada perkembangan penyelidikan. Laporan kami belum ada sebulan. Nanti kalau sudah sebulan kami tanyakan perkembangannya (ke polisi),” tandasnya.

Rizqon menambahkan, wilayah hutan Kalinanas memang bukan areal bakal tebangan tahun ini. Namun dua tahun lagi, diperkirakan sudah layak tebang. Ia pun mengklaim sudah mengantisipasi pencurian dengan melibatkan petugas dan warga sekitar hutan, tetapi pihaknya tetap kecolongan.

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan