Pulau Gede Butuh Mendesak Sabuk Pantai

Sabtu, 24 Oktober 2015 | 19:28 WIB
Beberapa alumnus tahun 1975 dari SMP Negeri 3 Semarang ketika menjejakkan kaki di Pulau Gede wilayah Perairan Kabupaten Rembang, Sabtu (24/10/2015) pagi. (Foto: mataairradio.com)

Beberapa alumnus tahun 1975 dari SMP Negeri 3 Semarang ketika menjejakkan kaki di Pulau Gede wilayah Perairan Kabupaten Rembang, Sabtu (24/10/2015) pagi. (Foto: mataairradio.com)

 

KALIORI, mataairradio.com – Pulau Gede di wilayah Perairan Kabupaten Rembang butuh mendesak sabuk pantai karena semakin tergerus oleh abrasi, sehingga luasannya ditengarai terus berkurang dari tahun ke tahun.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Rembang Purwadi Samsi seusai mengunjungi Pulau Gede, Sabtu (24/10/2015) membenarkan perlunya sabuk pantai untuk pulau tersebut.

“Kami sudah mengusulkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup, yang mengurusi pulau kecil dan wilayah pesisir agar ada perhatian,” kata dia.

Namun sejauh ini, baru bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang mengucur, berupa bantuan bibit cemara laut.

Pemkab Rembang sendiri baru berpikir menangkal abrasi dengan penghijauan tepi pulau, melalui anggaran tahun depan.

“Kalau dari kami (BLH), mungkin Februari 2016. Itu pun nilanya kecil,” terangnya.

Sementara itu, perlunya pelestarian Pulau Gede di Rembang, membetot perhatian dari para alumnus SMP Negeri 3 Semarang tahun 1975.

Ada sekitar 80 orang alumnus sekolah tersebut yang datang ke Pulau Gede untuk menanam mangrove, Sabtu (24/10/2015) pagi.

Namun mereka tidak menanamnya langsung, tetapi menyerahkan bibitnya kepada warga pesisir yang juga diajak bersama mengunjungi Pulau Gede pada pagi itu.

Herdani Prijodasanto, Ketua Ikatan Alumni tahun 1975 SMP Negeri 3 Semarang berharap bantuan bibit mangrove bermanfaat.

“Pulau Gede menyimpan potensi wisata, sehingga perlu dirawat agar tidak justru hilang ditelan abrasi,” katanya.

Herdani mengakui, adanya hubungan emosional dengan Kepala BLH Rembang Purwadi Samsi, menjadi alasan lain pihaknya datang ke Pulau Gede membantu bibit mangrove.

“Iya. Pak Purwadi lulusan SMP 3 (Semarang) juga,” tandasnya.

Menurut catatan Badan Lingkungan Hidup Rembang, Pulau Gede merupakan salah satu pulau kecil yang tersisa di perairan kabupaten ini.

Pulau Gede merupakan satu-satunya pulau yang masih menyisakan kawasan hijau seluas satu hektare dari luas keseluruhan yang kini tinggal kira-kira tiga hektare.

Kabupaten Rembang memiliki Perda Nomor 8 Tahun 2007 untuk pengelolaan wilayah pesisir, laut, dan pulau-pulau kecil.

Pemkab bersama Provinsi Jateng baru-baru ini juga melakukan upaya konservasi pulau kecil dengan melindungi terumbu karang di sekitarnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan