Pulang dari Amerika, Jannah Terkesima Toleransi Beragama

Thursday, 27 August 2015 | 18:40 WIB
Roudhotul Jannah, siswa di SMK Umar Fatah Rembang, baru saja pulang dari Amerika Serikat. (Foto: mataairradio.com)

Roudhotul Jannah, siswa di SMK Umar Fatah Rembang, baru saja pulang dari Amerika Serikat. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Roudhotul Jannah, remaja 17 tahun yang bersekolah di SMK Umar Fatah Rembang, baru saja pulang dari Amerika Serikat.

Selama sebulan sebelumnya, siswa kelas III jurusan rekayasa perangkat lunak ini mengikuti pelatihan kepemimpinan di AS bersama 17 siswa lain dari Indonesia.

Ditemui di sekolahnya, Kamis (27/8/2015) pagi, Jannah mengaku sudah tiba di Rembang pada Jumat 21 Agustus lalu. Di Amerika, dia berkesempatan untuk berkunjung ke berbagai kota dan bangunan bersejarah, termasuk di Philadelpia.

“Pertama saya berkunjung ke Virginia, lalu ke Washington DC, dan ke Philadelpia. Di kota ini, saya begitu terkesima oleh toleransi dalam beragama. Tak ada Islam atau Katolik, mereka bisa berbaur dengan baik. Kebetulan Philadelpia ini, kota yang yang banyak didiami warga asli Indonesia,” terangnya.

Putri pasangan Muslih dan Sri Endatun, warga RT 3 RW 1 Desa Punjulharjo Kecamatan Rembang ini menuturkan pula bahwa Indonesia perlu mencontoh beberapa hal dari masyarakat di Amerika.

“Di antaranya kebersihan lingkungan dan tata kota. Di sana, tidak ada toilet yang sampai terceceri air. Kalau tercecer cepat dilap. Hutan kota juga ditata dengan baik. Bersih pokoknya,” tegasnya.

Tentang keramahan pun, menurut remaja putri kelahiran 11 Juli 1998 ini, Amerika tak kalah dengan Indonesia. Jannah mengaku menceritakan pengalaman selama di Negeri Paman Sam ke teman-temannya di sekolah, termasuk makanan kesukaannya; nasi goreng di Philadelpia.

“Saya bermimpi, kalau ada biaya, kelak bisa menuntut ilmu di negara itu,” imbuhnya.

Kepala SMK Umar Fatah Nur Rohman menyebut ada yang berbeda dari siswanya itu, antara sebelum di Amerika dengan sesudahnya.

“Yang paling menonjol, tingkat percaya dirinya,” katanya.

Dia mengakui, telah meminta Jannah untuk berbagi pengalamannya di hadapan 600 orang siswa lain di sekolah itu.

Secara sekolah, dia ingin agar tahun depan, ada lagi siswa yang mendapat kesempatan yang sama, dan ada siswa dari Amerika yang juga ganti belajar di sekolahnya.

“Pertukaran pelajar semacam itu disebut penting, terutama dalam menyambut kompetisi global, dimana para siswa perlu disiapi soft skill,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan