PT. SG Yakinkan Masyarakat Rembang Terkait Konservasi Bekas Tambang

Sabtu, 29 Desember 2018 | 06:49 WIB

Sejumlah komunitas pemuda di Rembang diajak untuk mengunjungi lahan bekas tambang Pabrik Semen Gresik yang berada di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada Jum’at (28/12/18). (Foto: mataairradio.com)

 

TUBAN, mataairradio.com – Perusahaan produksi semen pelat merah, PT. Semen Gresik. Tbk, meyakinkan masyarakat Kabupaten Rembang terkait komitmen konservasi bekas lahan pertambangan, melalui sejumlah komunitas pemuda setempat.

Sejumlah komunitas pemuda di Rembang diajak untuk mengunjungi lahan bekas tambang Pabrik Semen Gresik yang berada di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada Jum’at (28/12/18).

Mereka dipameri lahan bekas galian tambang produksi semen yang kondisinya jauh lebih rimbun pepohonan dari pada sebelumnya.

Selain itu, para komunitas pemuda tersebut juga diajak melihat secara langsung lahan bekas galian pertambangan bahan baku semen. Galian bekas pertambangan itu dimanfaatkan para petani di Tuban sebagai irigasi.

Bahkan, lahan bekas pertambangan yang kondisinya rimbun pepohonan, kini dijadikan objek wisata oleh masyarakat sekitar pabrik.

Sugianto, Humas PT Semen Gresik berharap, selain menjadi tempat berwisata, obyek bekas tambang yang kini asri tersebut bisa menjadi sarana wawasan edukasi bagi masyarakat.

“Sejumlah bekas lahan galian tambang produksi kami, setiap selesai digarap 10 hektare langsung kami lakukan penghijauan. Yang terbaru ada taman daun, yang viral di masyarakat karena tempatnya yang menarik,” ujarnya.

Para pegiat komunitas ini pun diajak untuk ikut melakukan penghijauan di lokasi bekas lahan tambang, dengan menanam tanaman yang terbilang langka dan asli Tuban.

Sementara itu, bahan baku pabrik semen milik PT Semen Gresik di Rembang, disebutkannya masih disuplai dari Tuban.

Padahal rencananya pabrik semen di Kecamatan Gunem-Rembang secara mandiri melakukan penambangan untuk menyuplai bahan bakunya.

Namun, hingga kini pabrik tersebut masih belum melakukan penambangan, karena terkendala beberapa permasalahan.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor : Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan