PT Semen Indonesia Belum Respon Putusan MA

Selasa, 11 Oktober 2016 | 23:06 WIB
Kondisi perkembangan terkini pabrik semen milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di wilayah Gunung Bokong Desa Kadiwono Kecamatan Bulu, 29 September 2016. (Foto: Pujianto)

Kondisi perkembangan terkini pabrik semen milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di wilayah Gunung Bokong Desa Kadiwono Kecamatan Bulu, 29 September 2016. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Mahkamah Agung memenangkan upaya peninjauan kembali (PK) gugatan warga Rembang terhadap PT Semen Indonesia. Putusan itu dikeluarkan pada Rabu, 5 Oktober 2016.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Agung Wiharto pada Selasa (11/10/2016) siang mengatakan bahwa terkait proyek pendirian pabrik semen di daerah Kabupaten Rembang, manajemen menunggu hasil resmi dari pihak Mahkamah Agung.

Namun sebagai badan usaha milik negara (BUMN) publik, menurutnya, manajemen akan taat pada putusan pengadilan yang mengikat. Semua tindakan, kata Agung, akan mengacu pada ketentuan dan peraturan yang berlaku.

“Kami menunggu amar putusan resmi dari Mahkamah Agung yang ditujukan kepada kami. Ini yang merupakan pedoman legal bagi kami untuk melakukan respon sesuai aturan dan perundangan yang berlaku,” ujarnya saat dikonfirmasi mataairradio tentang langkah setelah putusan MA.

Perkara gugatan ini awalnya diajukan Joko Prianto bersama warga Rembang, yang menolak pendirian pabrik PT Semen Indonesia di Rembang melawan Gubernur Jawa Tengah sebagai tergugat I dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk sebagai tergugat II.

Objek gugatan berupa Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 660.1/17/2012 tanggal 7 Juni 2012 tentang izin lingkungan kegiatan penambang dari pembangunan pabrik semen PT Semen Indonesia.

Kalah di tingkat pertama, warga Rembang mengajukan banding di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Surabaya. Namun, pengadilan menolak banding yang diajukan warga Rembang.

Peninjauan kembali akhirnya diajukan pada 4 Mei 2016 setelah warga Rembang menemukan novum (bukti baru) atas kejanggalan-kejanggalan di persidangan-persidangan sebelumnya.

Dikabulkannya gugatan warga ini diketahui dari situs Mahkamah Agung. Hakim kasasinya adalah Yosran, Sudaryono, dan Irfan Fachruddin. Di situs itu tercantum tulisan: “Amar putusan: kabul PK, batal putusan judex facti, adili kembali, Kabul gugatan, batal objek sengketa”.

Pabrik semen di Kabupaten Rembang seluas 55 hektare sedangkan luasan tambang mencapai 450 hektare. Pabrik itu mampu memproduksi 130 tahun dengan rata-rata produksi mencapai 3 juta ton per tahun.

Nilai investasi pabrik semen di Rembang itu mencapai Rp 4,5 triliun untuk memenuhi kebutuhan semen di Jawa Tengah dan Jawa Barat yang sebelumnya disuplai dari Tuban.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan