PSIR 2014 Resmi Dibubarkan Tanpa Tunggakan Gaji Pemain

Minggu, 31 Agustus 2014 | 19:03 WIB

Ilustrasi (Foto:Rif)
REMBANG, MataAirRadio.net – Tim PSIR yang berlaga di Divisi Utama 2014 resmi dibubarkan, Minggu (31/8) pagi. Gaji para pemain untuk bulan Agustus pun dibayarkan di acara pembubaran itu secara sekaligus. Plt Bupati Rembang Abdul Hafidz melepas para pemain PSIR musim lalu di Pendapa Rumah Dinas Wakil Bupati.

Plt Bupati sempat mengungkapkan, sejak PSIR mengalami kesulitan finansial usai jeda kompetisi, pihaknya menyediakan dana Rp405 juta. Hafidz tak secara rinci menyebut asal muasal dana itu. Dia menekankan bahwa dana tersebut sebagai komitmen untuk menyelamatkan PSIR hingga menuntaskan kompetisi.

Di acara itu, Hafidz tidak membahas perihal utang Rp565 juta yang ditanggung manajemen PSIR. Dia hanya menegaskan bahwa Pemerintah dilarang keras membiayai klub sepakbola profesional. Pembiayaan klub profesional dilakukan dengan dukungan swasta.

Dalam kesempatan itu, Hafidz yang menyatakan berbicara sebagai salah satu pecinta PSIR, tidak mengevaluasi manajemen, pelatih, dan pemain musim lalu. Dia menyebut, persoalan internal yang sempat terjadi di tubuh PSIR merupakan bentuk kesalahpahaman.

PSIR memang sempat diwarnai isu mundur Pelatih Teknik Bambang Handoyo dan Pelatih Kiper Joko Purwanto. Namun keduanya akhirnya tetap berada di PSIR hingga kompetisi berakhir. Hanya saja, di pembubaran tim ini, baik Bambang maupun Joko, terlihat absen.

Plt Bupati berharap agar para pemain di tim PSIR tidak lama menganggur, karena pembubaran ini hanya bersifat sementara. Para pemain yang asli Rembang diminta selalu bersiap untuk kompetisi musim depan sesuai dengan program pelatih.

Manajer PSIR musim 2014 Siswanto mengucap terima kasih kepada berbagai pihak yang membantu Laskar Dampo Awang hingga menuntaskan kompetisi. Khusus kepada Ganster yang diwakili beberapa pengurusnya di acara itu, agar tak patah semangat mendukung PSIR.

Seusai pembubaran tim, Siswanto berharap kepada Pemerintah agar membantu memberi jalan keluar untuk menuntaskan beban utang manajemen. Soal pembubaran manajemen, menurutnya, akan dibicarakan di tingkat PT RSM (Rembang Sportindo Mandiri) selaku pengelola PSIR. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan