PSIR Tetap Bawa Rudi Santoso ke Citarum

Saturday, 19 August 2017 | 14:13 WIB

Manajemen PSIR berpose bersama dua orang perwakilan pemain; Radikal (dua dari kanan) dan Rudi Santoso (tiga dari kanan), seusai pembayaran satu bulan gaji pemain, di kantor KONI Rembang, Kamis (20/4/2017) malam. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pelatih PSIR Hadi Surento menyatakan tetap membawa striker Rudi Santoso dalam lawatan ke Stadion Citarum Semarang guna menghadapi Sragen United, Ahad 20 Agustus 2017.

Padahal pemain bernomor punggung 99 ini diragukan tampil karena hukuman akumulasi kartu kuning. Rudi merasa sudah tiga kali mendapat kartu kuning dari wasit, sedangkan Pelatih mencatat baru dua kartu.

“Rudi tetap kami bawa. Nanti malam di temu teknik baru bisa menjawab secara pasti apakah Rudi bisa kami mainkan atau tidak bisa kami mainkan,” kata Hadi kepada mataairradio.com, Sabtu (19/8/2017) pagi.

Menurutnya, Rudi merupakan pemain penting bagi tim, terutama dalam upaya mengamankan poin penuh dari setiap laga tersisa PSIR yakni melawan Sragen United, PPSM Magelang, dan Persis Solo.

“Kami berangkat pukul 09.00 WIB. Semoga hasilnya nanti adalah kami bisa memainkan Rudi, meskipun terlepas dari itu kami sudah menyiapkan alternatif yakni Muslimin atau Rudi Bogel Setiawan,” bebernya.

Pelatih PSIR juga menyatakan bahwa para pemain sudah mendapatkan hak mereka soal bonus, namun hanya dari satu pertandingan yaitu kala mengalahkan Persipon Pontianak dengan skor 4-0.

“Barus cair bonus waktu bertanding melawan Persipon Pontianak. Yang lainnya (saat berhasil menahan imbang PSIS 1-1) belum. Pemain agak kecewa dan itu tugas kami untuk senantiasa memotivasi mereka,” tandasnya.

PSIR menargetkan poin penuh atau kemenangan saat ditantang Sragen United pada laga lanjutan kompetisi Liga 2 Indonesia grup 4. Kemenangan akan menjaga peluang tim lolos dari fase grup.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan