PSIR Segera Temui Sponsor Setelah Kompetisi Dihentikan

Minggu, 3 Mei 2015 | 20:20 WIB

 

Logo PSIR Rembang

Logo PSIR Rembang

 
REMBANG, mataairradio.com – Manajemen PSIR akan segera menemui sejumlah sponsor setelah PSSI memutuskan menghentikan seluruh kompetisi di Tanah Air melalui rapat Komite Eksekutif di Jakarta, Sabtu (2/5/2015) kemarin.

“Kita akan segera komunikasi dengan pihak sponsor (setelah PSSI memutuskan menghentikan kompetisi),” ungkap Manajer Pemasaran PSIR Wahyu Adi Hermawan saat dihubungi mataairradio, Minggu (3/5/2015) petang.

Dia mengaku tidak banyak repot untuk kembali berkomunikasi dengan sponsor. Pasalnya, belum banyak sponsor yang membubuhkan tanda tangan dan mengucurkan dananya bagi PSIR.

“Sementara, yang sudah (masuk) Bank Mega Syariah. Yang tahap komunikasi, Bank Jateng, Semen Indonesia, Alfamart, dan beberapa perusahaan lokal, termasuk PD BPR BKK Lasem,” katanya menyebutkan.

Dia berharap, atas penghentian kompetisi yang oleh PSSI disebut karena kondisi force majeur, sponsor yang kadung memberikan sokongan dana ke Laskar Dampo Awang, mau mengerti dan tidak menuntut macam-macam.

“Bahwa hal ini terjadi karena kondisi dari Pusat dan kita akan selesaikan sebaik mungkin (urusan dengan sponsor),” tandasnya.

Seperti diberitakan, PSSI memutuskan untuk menghentikan kompetisi karena kondisi force majeure. Keputusan ini
mengikat, tidak hanya untuk PT Liga Indonesia, tetapi seluruh klub dan stakeholder sepak bola Indonesia, demikian ungkap Wakil Ketua Umum PSSI, Hinca Panjaitan, saat melakukan jumpa pers.

Pada 26 April, PT Liga Indonesia memutuskan menghentikan sementara semua laga ISL dan Divisi Utama. Penghentian itu terkait surat Menteri
Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengenai larangan pemberian izin keramaian polisi ke seluruh kompetisi sepak bola di bawah koordinasi PSSI.

Pada Senin (27/4/2015), Menpora menggelar rapat bersama perwakilan 18 klub ISL. Namun, rapat itu mengalami deadlock karena kedua kubu tidak
menghasilkan kesepakatan terkait masalah induk penyelenggara kompetisi.

Klub-klub ISL ingin melanjutkan kompetisi di bawah naungan PSSI, yang saat ini tengah dibekukan oleh Pemerintah. Sementara itu, Menpora menginginkan kompetisi tersebut dijalankan di bawah pihaknya melalui Tim Transisi.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan