PSIR Lahirkan Pemain Muda Lokal Berbakat

Senin, 25 Agustus 2014 | 11:30 WIB

REMBANG, MataAirRadio.net – Klub PSIR Rembang melahirkan sejumlah pemain muda lokal berbakat dari perjalanan di kompetisi Divisi Utama tahun 2014. Hampir semua pemain muda lokal yang memperkuat Laskar Dampo Awang musim ini, telah tumbuh menjadi pemain yang handal dan disegani lawan.

Materi 80 persen lokal yang ditampilkan di empat laga terakhir karena ditinggal mundur pemain luar daerah, memunculkan harapan baru bagi PSIR musim depan. Pemain seperti Nanang Hermawan, Didik Wahyu, dan Didik Kurniawan, mulai bersinar. Yoni Ustaf Buchori, Kusen Riandi, Zaenal Arifin Cheng, dan Effendi, juga mulai nampak matang.

Bahkan pemain muda debutan seperti Andi Jamaludin, telah menjadi sebuah harapan baru. Kamerun, salah satu pecinta PSIR dari Sedan menyebut, masih ada beberapa pemain asli Rembang yang kini memperkuat tim luar daerah. Stoper Heru Wibowo dan striker Rudi Santoso mungkin kembali untuk PSIR.

Perkembangan kualitas pemain muda lokal Rembang, mendapat pengakuan dari bomber andalan PSIR musim ini, Christian Lenglolo. Pemain asing warga negara Kamerun ini menilai, perkembangan kualitas ini merupakan hasil dari latihan keras dan kekompakan ketika berada dalam satu tim.

Menurutnya, ada pergerakan kualitas ke arah yang lebih baik di setiap harinya dari para pemain muda PSIR. Hal itu pula yang diakui Lenglolo sebagai salah satu hal yang paling berkesan baginya dari Laskar Dampo Awang. Dia pun akan selalu merindukan kawan-kawan mudanya itu setelah kompetisi berakhir.

Disinggung mengenai rencananya setelah kompetisi, dia mengaku akan pulang ke anak dan istrinya di Palembang. Namun hingga hari Minggu (24/8) ini, dia masih bersantai-santai di Rembang. Dia pun mengaku siap kembali ke PSIR, seandainya manajemen memakai jasanya lagi di musim depan.

Sementara itu, di balik lahirnya sejumlah pemain muda lokal berbakat, dari kompetisi yang baru saja selesai, PSIR menyisakan tanggungan hutang ratusan juta rupiah. Padahal Manajer PSIR Siswanto mengaku, dana yang dipakai PSIR untuk mengarungi semusim kompetisi kurang dari Rp1,5 miliar.

Diduga seretnya sponsor yang mengalir untuk PSIR, mengakibatkan pembiayaan untuk tim menjadi minim. Siswanto mengklaim, pengeluaran satu musim PSIR itu, diklaim sebagai yang paling kecil di antara tim lain di Divisi Utama se-Indonesia. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan