PSIR Andalkan Umpan Silang Bongkar Gerendel Pekalongan

Sabtu, 3 Mei 2014 | 16:42 WIB
Latihan PSIR Rembang di Stadion Krida Rembang. (Foto:Pujianto)

Latihan PSIR Rembang di Stadion Krida Rembang. (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Pelatih PSIR Rembang Bambang Handoyo mulai menghimpun peta kekuatan Persip Pekalongan. Kedua tim ini akan bertemu di Stadion Krida Rembang dalam laga lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia pada Selasa 6 Mei nanti.

Menurut Bambang, dari keterangan yang dihimpunnya, Persip Pekalongan berpotensi kembali menerapkan “negative football” yakni dengan menumpuk pemain di kotak 16 mereka. Dia mengaku sudah mengantisipasinya dengan merubah strategi permainan.

Di laga nanti, PSIR akan memanfaatkan serangan bertubi-tubi melalui skema umpan silang dan tendangan terarah dari pemain di lini kedua. Dalam hal membongkar gerendel pertahanan Persip, PSIR mengandalkan Suyono, Effendi, dan Amsar Risahundua.

Soal serangan balik dari kubu Persip Pekalongan, pihak PSIR menyebut biasa saja. Mereka cenderung menguber hasil seri di setiap lawatan atau bertandang ke kandang lawan. Menurut Bambang, tidak ada pemain spesial di kubu Persip, yang harus diwaspadai.

Disinggung mengenai peluang lawan yang mungkin tercipta dari eksekusi bola mati, Pelatih menginstruksikan kepada pemain agar menekan pelanggaran di daerah pertahanan PSIR. Kemungkinan peluang dari tendangan bebas, akan dipersempit.

Terkait cedera yang membekap Zaenal Arifin “Cheng”, Bambang menyebut masih belum pulih sempurna. Pihaknya menanti perkembangan terakhir pemain sayap kiri PSIR ini. Selain “Cheng”, Effendi “Bendot” juga terlihat kurang bugar akibat cedera engkel.

Sebelumnya, Bambang Handoyo mengatakan, setiap pemain di lini kedua timnya akan diperankan lebih agresif. Sementara di lini terakhir, eksekutor diharapkan muncul tiba-tiba untuk menerobos pertahanan lawan dan mencetak gol.

Karena target melawan Persip Pekalongan adalah wajib menang, maka penyelesaian terakhir juga diasah dalam latihan. Dia belum mengganti striker Bissa Donald dengan pemain lain di tubuh tim. Sebab, sejauh ini, pada skema 4-2-3-1, hanya Donald yang dianggap tepat. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan