PSIR Menjaga Asa Bertahan di Liga 2

Saturday, 9 September 2017 | 22:32 WIB

Logo PSIR Rembang. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – PSIR tengah fokus menjaga asa bertahan di kasta Liga 2 Indonesia setelah gagal menembus babak 16 besar kompetisi tersebut usai ditahan imbang 2-2 oleh Persis Solo di Stadion Kanjuruhan Malang Senin 4 September 2017.

Pelatih PSIR Hadi Surento kepada mataairradio.com, Sabtu (9/9/2017), mengatakan, babak play-off akan menentukan nasib Laskar Jangkar Keramat, julukan PSIR, apakah masih bertahan di Liga 2 atau justru akan terlempar ke kasta Liga 3 Indonesia.

Menurutnya, sukses atau gagal PSIR pada babak play-off akan ditentukan oleh kerjasama semua pihak dalam membantu penyiapan tim secara matang. Jika persiapan matang maka peluang bertahan di kasta kedua kompetisi sepakbola Nasional terjaga.

“Kita perlu evaluasi secara menyeluruh guna menjalani babak play-off. Evaluasi diperlukan juga terhadap tim pelatih. Itu sebuah keharusan. Namun dalam jangka dekat, kita bersiap guna laga melawan Persis Solo di Stadion Manahan,” kata Rento.

Pada laga tandang di Solo, PSIR hampir pasti akan memberikan kesempatan tampil kepada para pemain yang selama ini jarang mendapatkan tempat di tim utama. Apalagi laga pamungkas itu nanti, sudah tidak lagi memengaruhi posisi PSIR di klasemen.

“Setelah laga di Kanjuruhan Malang, persiapan tim agak terganggu dengan absennya beberapa pemain pilar di tiga latihan awal. Namun tim pelatih tetap ingin mempersiapkan tim secara baik,” ujar pelatih asli Rembang ketika dihubungi mataairradio.com.

PSIR terkunci di peringkat ketiga klasemen Grup 4 Liga 2 Indonesia. Pemuncak klasemen dihuni PSIS Semarang, sedangkan Persis Solo berada di posisi runner-up. Dua tim teratas melaju ke babak 16 besar menuju kasta Liga 1 Indonesia.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan